Peluang Kerja di Taiwan Diserbu

H. Muhammadon memantau kegiatan seleksi calon PMI ke Taiwan di BLK LN Lombok Mandiri kemarin.(Suara NTB/bul)

Giri Menang (Suara NTB) – Animo masyarakat NTB untuk bekerja ke Negara Taiwan cukup tinggi. Peminatnya bahkan jauh lebih besar dibanding kuota sementara yang diberikan. Animo masyarakat untuk bekerja ke Taiwan ini bisa dilihat ketika PT. Trias Insan Madani, salah satu perusahaan pengirim tenaga kerja Indonesia, bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Provinsi NTB melakukan seleksi calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), Rabu, 1 Desember 2021.

Ratusan orang mendatangi Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) “Lombok Mandiri” di Desa Lelede, Kabupaten Lombok Barat untuk mendaftar. Rata-rata adalah laki-laki. Negara Taiwan tengah membuka peluang kerja untuk sektor konstruksi. Ketua Apjati Provinsi NTB, H. Muhammadon yang ikut memantau proses seleksi mengatakan, PT. Trias Insan Madani melakukan seleksi langsung kepada para calon PMI yang berniat bekerja ke Taiwan.

Iklan

Seleksi awal adalah seleksi jasmani. Jika dinyatakan lolos, selanjutnya mengikuti tes kesehatan dan pelatihan-pelatihan sebelum diberangkatkan. H. Madon mengatakan, animo bekerja masyarakat NTB ke Negara Taiwan cukup tinggi. Sementara ini kuota yang diberikan sebanyak 200 pekerja konstruksi. Secara bertahap hingga 500 pekerja. Bahkan lebih dari itu. “Tapi yang datang mendaftar sampai 500-an dari kebutuhan awal sebanyak 200 orang,” katanya.

H. Madon mengatakan, mereka yang diseleksi ini rencananya akan diberangkatkan pada Bulan Februari 2022 mendatang. Seyogiyanya, pihak perusahaan yang membutuhan di Taiwan yang akan menyeleksi langsung. Namun terkendala karantina, maka seleksi dilakukan langsung oleh PT. Trias bersama Apjati NTB.

Spesfikasi keahlian yang calon tenaga kerja yang dibutuhkan oleh Taiwan tidak seketat negara Jepang. Lulusan minimal SMP. Selanjutnya soal bahasa dan keterampilan akan dimantabkan di BLKLN Lombok Mandiri sebelum diberangkatkan. H. Madon menambahkan, Taiwan menjadi salah satu negara alternatif pengiriman PMI saat ini. Ditengah belum dibukanya negara Malaysia untuk pengiriman tenaga kerja asal Indonesia.

Bekerja di Taiwan juga cukup menggiurkan. Rata rata penghasilan sebulan sebulan hingga Rp12,5 juta. Belum ditambah dengan ongkos lembur, penghasilannya bisa mencapai 20-an juta bagi yang ulet. Biaya pemberangkatan dan proses-proses lainnya juga tergolong tidak mahal. Calon pekerja bisa menyiapkan Rp10 juta untuk biaya tes kesehatan, hingga pelatihan. Sisanya, akan dibayar kemudian.

“Pada saat pemberangkatan nanti, sesampai di negara tujuan akan dilakukan karantina selama 21 hari sebelum bekerja. Tapi tetap dihitung bekerja dan dapat gaji Rp5 juta kalau dinilaikan dengan mata uang Indonesia,” jelas H. Madon. Dengan rencana pengiriman ke Taiwan ini, diharapkan dapat mengurangi pengangguran di NTB dan menggerakkan perekonomian ditengah pandemi. Harapannya tidak terkendala covid-19 hingga pemberangkatan nanti. (bul)

Advertisement