Peluang Berinvestasi di Mandalika dan Rinjani Dipromosikan di Eropa

Virtual meeting Kepala BI NTB, Geru Saptaji dan tim, dengan Kepala Bank Indonesia London, BKPM, IIPC dan Kedutaan Besar serta Konjen ke Kawasan Eropa pada minggu kedua November 2020.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Bank Indonesia terus mempromosikan potensi-potensi investasi di NTB. Terakhir, promosi peluang investasi menyasar ke Eropa. “Kita promosikan secara virtual ke Kepala Bank Indonesia London, BKPM, IIPC dan Kedutaan Besar serta Konjen ke Kawasan Eropa,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Heru Saptaji di kantornya, Selasa, 1 Desember 2020.

Ada delapan destinasi yang dipromosikan, namun hanya dua yang detail dipaparkan. Yaitu KEK Mandalika, dan Gunung Rinjani yang sudah ditetapkan sebagai geo park oleh Unesco. Heru mengatakan, dua destinasi wisata yang clear and clean untuk berinvestasi. Promosi ke Eropa ini disambut animo yang tinggi karena melihat prospek investasi di NTB.

Hasil virtual meeting yang sudah dilakukan ini akan ditindaklanjuti di awal tahun 2021 mendatang. Para perwakilan Indonesia untuk negara-negara Eropa ini akan memilih investor-investor yang serius ingin berinvestasi. “Tindaklanjutnya, calon investor akan divirtualmeetingkan dengan kita lagi di NTB. Kita memaksimalkan jejaring birokrasi Bank Indonesia yang ada di luar negeri,” ujarnya.

Animo untuk menjual kembali peluang investasi di NTB oleh para perwakilan Indonesia di negara masing-masing yang dibawahi kata Heru cukup besar. Tetapi kembali lagi kepada animo para calon investor nantinya. Potensi NTB ini menurutnya sangat layak dijual. Karena peluang berkembangnya sangat besar. Selain KEK Mandalika dan Geopark Rinjani, tiga gili di Lombok Utara juga dipromosikan. Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.

Promosi investasi ini bagian dari upaya Tim Promosi Ekonomi Daerah (TPED). Kedepan, TPED ini tidak hanya difokuskan untuk prmosi pariwisata, TPED juga dapat difungsikan untuk mempromosikan seluruh potensi sumber daya alam lainnya yang dimiliki NTB. Misalnya, promosi potensi industri olahan dan industri lainnya. Apalagi NTB tengah fokus mengembangkan industrialisasi.

“Potensi kelapa, potensi pertanian. Banyak yang menanyakannya. Dan sangat antusias dipaparkan potensi-potensi daerah ini,” imbuhnya. Karena itu, Heru menekankan, jangan pesimis dengan NTB. Sebab potensinya besar dan animo orang berinvestasi cukup besar. Hanya saja, saat ini halangannya hanya Covid-19 yang membatasi calon-calon investor untuk mendalami potensi tersebut lebih jauh.

Virtual meeting kemudian menjadi salah satu terobosan yang intensif dilakukan dalam rangka mempromosikan NTB. (bul)