Pelipatan Surat Suara Libatkan 200 Pekerja

Proses pelipatan surat suara Pilkada Loteng dimulai dengan melibatkan sekitar 200 pekerja, Rabu, 25 November 2020. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah (Loteng) sudah memulai proses pensortiran sekaligus pelipatan surat suara untuk gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Loteng tanggal 9 Desember mendatang, Rabu, 25 November 2020. Total ada 200 pekerja yang dilibatkan untuk mengejar target tuntas hingga empat hari ke depan.

“Pelipatan suara kita target selama empat hari. Mulai tanggal 25,26,27 dan 28 Desember,” ungkap Ketua KPU Loteng, L. Darmawan, kepada wartawan.

Iklan

Bahkan kalau cuaca memungkinkan, pihaknya memperkirakan dalam tiga hari saja, proses pelipatan surat surat bisa tuntas. Tapi tetapi dijadwalkan selama empat hari.

Ia menjelaskan, untuk hari pertama ada sekitar 50 dus berisikan surat suara yang sudah dikeluarkan dari gudang penyimpangan surat suara. Satu dus tersebut berisikan masing-masing sekitar 2 ribu lembar surat suara. “Jadi hari pertama pelipatan ini sekaligus kita mau menguji berapa lembar surat suara yang bisa dilipat dengan jumlah tenaga yang tersedia,” terangnya.

Para pekerja yang dilbatkan tersebut dibagi ke dalam 50 kelompok. Hal itu untuk memudahkan pengawasan dan mengefektifkan kerja-kerja yang ada, sehingga proses pelipatan surat suara bisa efektif dan sesuai dengan tenggak waktu yang sudah direncanakan.

Darmawan mengatakan, para pekerja dalam hal ini tidak hanya melakukan pelipatan saja. Tetapi juga melakukan proses sortir, untuk memilah dan memilih surat suara yang rusak, baik itu sobek, tercoret maupun tidak jelas gambar serta tulisannya. “Kategori rusak itu seperti bercak, kabur, gambarnya goyang, potongan mengenai garis gambar calon,” jelasnya.

Sejauh ini pihaknya sudah mendapat laporan dari petugas yang melakukan pelipatan surat suara soal adanya surat suara yang rusak tersebut. Nantinya surat suara tersebut akan dikumpulkan untuk kemudian pihak percetakan akan diminta untuk mencetak kembali sesuai jumlah surat suara yang rusak.

Untuk Pilkada Loteng sendiri KPU Loteng memasang 771.051 lembar surat suara. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah 2,5 persen surat suara berbasis TPS.  Di luar itu ada juga 2 ribu lembar surat suara tambahan yang dipesan untuk mengantisipasi adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU). Tapi karena khusus, maka surat suara untuk PSU belakangan dipesan. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional