Pelecehan Seksual Terhadap Anak, Data Kasus Rendah Tapi Berkualitas

Ahmad (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kota Bima, masih menjadi ancaman serius. Selama Januari-April 2021, tercatat tujuh kasus. Meski terbilang rendah tetapi dinilai sangat berkualitas, karenanya tak heran wilayah ini menjadi sorotan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima, H. Ahmad, SE., kepada Suara NTB di kantornya menjelaskan, jika melihat data kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan di bawah umur, angkanya belum seberapa. “Kalau melihat kasus yang ada minim, cuma dia sangat berkualitas,” terangnya.

Iklan

Kasus pelecehan seksual dinyatakan berkualitas, selain karena pelaku berhasil menodai korban, mereka merupakan orang-orang yang tak disangka sebelumnya. Seperti ayah kandung atau anggota keluarga yang masih memiliki hubungan darah.

Ironisnya, tak sedikit kasus terungkap setelah berlangsung cukup lama. Korban biasanya baru berani membeberkan aksi pelaku ketika sudah tidak mampu bertahan dalam ancaman, atau mengandung janin dari hubungan tersebut.

Fakta-fakta yang terungkap berdasarkan keterangan korban serta hasil penyelidikan aparat itu, menurut Ahmad, mampu menarik perhatian pihak luar sehingga tak heran wilayah ini menjadi sorotan selama beberapa tahun terakhir. “Saya sudah melaporkan ke Kementerian juga soal ini. Sebenarnya kasus di Kota Bima ini kecil tapi wah dalam arti super, jadi kualitas yang bikin wah itu, karena pelakunya orang dekat korban,” jelasnya.

Mengingat kejahatan ini masih menjadi ancaman serius, ia menaruh harapan besar agar masyarakat dan elemen terkait untuk betul-betul mengawasi pergaulan anak. Karena siapa saja bisa bertindak sebagai pelaku ketika memiliki kesempatan.

Ditambahkan, salah satu prestasi membanggakan dalam penanganan perkara anak setahun terakhir, yakni penjatuhan hukuman mati untuk Pedelius Asman. Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan bocah di Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat.

Hukuman tersebut selain berbuah penghargaan untuk tiga institusi dari Kementerian PPPA, diharap bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk tidak berupaya melakukan aksi kejahatan terhadap anak di bawah umur. “Mudah-mudahan kedepan kita bisa minimalisir. Anak-anak harus kita lindungi, jika terjadi tentu akan mencoreng nama daerah,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional