Pelebaran Jalur Dua di Kediri Dimulai Setelah Lebaran

Proses penataan dan pelebaran jalan Kota Kediri sudah dimulai dengan  pembersihan trotoar. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Penataan dan pelebaran jalur utama di Kediri  menjadi dua jalur guna mengurai kemacetan dan penataan wisata kuliner di kota santri itu rencananya akan mulai dikerjakan usai lebaran nanti. Pihak Pemda Lombok Barat (Lobar) bersama kecamatan berserta masyarakat pun sudah  melakukan pembersihan pohon-pohon yang ada di seputar kawasan itu. Dan dilanjutkan dengan pembersihan trotoar yang akan dilebarkan.

Camat Kediri, Hermansyah mengatakan penataan akan dimulai juga dengan merelokasi PKL yang selama ini berjualan di pinggir jalan dan trotoar. Di mana mereka rencananya direlokasi ke tanah wakaf yang ada di depan lapangan dan tanah yang ada di depan pasar Kediri. Selain itu nanti akan ada juga pemindahan kantor desa dan SDN 1 Kediri. Saat ini jelas dia sedang dilakukan pembersihan trotoar.

Iklan

sejak awal proses penataan jalan ini, ujarnya, melibatkan multi stakeholder. Seperti Dinas Perhubungan yang mengatur lalu lintas, Dinas Perumahan dan Permukiman menebang pohon, PLN mengamankan label, Telkom dan PDAM mengalihkan aset-aset mereka terkena dampak penataan.

Menurutnya, penataan dan pelebaran jalan Kediri ini sangat dinanti oleh masyarakat, karena diharapkan akan mampu menghilangkan kesan kumuh dan macet di jalur itu. “Masyarakat begitu berharap dan menginginkan jalur ini ditata (jalur dua), karena akan menghilangkan kesan kumuh dan kemacetan di kota Kediri ini,” harap Hermansyah.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Lobar, Fathurrahman, ketika ditemui beberapa waktu lalu mengaku dari hasil koordinasi pihaknya dengan pemerintah provinsi yang memiliki kewenangan atas jalan tersebut, penataan Kediri tidak hanya sebatas soal pelebaran untuk menjadi dua jalur. Namun juga penataan kerapian termasuk untuk terminal sebagai simpul transportasi di kawasan itu.

Penataan jalan ini, ujarnya, membutuhkan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp 11 miliar. Dengan panjang jalur yang akan dilebarkan sekitar 947 meter. “Persoalan di Kediri selama ini kan kemacetan, kemudian pedagang yang dipinggir jalan, banyak kendaraan yang juga tidak ada garasinya. Jadi penataan ini juga bagian daripada itu,” jelas dia.

Untuk itu, ujarnya, Lobar Pemda dalam ini mendukung untuk koordinasi dengan masyarakakat dan para pedaganag untuk proses relokasi dan penanganan aspek sosial lainnya dalam proses penataan itu. “Karena ini memang konsennya pak Bupati, penataan dan pelebaran jalur di Kediri ini harga mati” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemeliharaan jalan itu dilakukan pihak pemerintah provinsi dengan sistem multiyears. Yang sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2020 lalu dan target tuntas diperkirakan sekitar Maret 2022 nanti. Di mana pemeliharaan itu mencakup tiga segmen, pertama dari ruas jalan perempatan Bengkel-Kediri, segmen kedua Kediri-Praya dan segmen tiga Praya-Mujur. “Pelaksanaan kegiatannya multi year, bukan hari ini dibangun lalu beberapa bulan selesai. Tapi ini ada tahapannya,” papar dia.  (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional