Pelayanan Swab Gratis Bisa Sampai Desember

Pengambilan swab untuk pemeriksaan Covid-19 warga Mataram di Balai Laboratorium Kesehatan Pengujian dan Kalibrasi (BLKPK) NTB, Selasa, 22 September 2020.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Menurunnya jumlah kelurahan yang masuk kategori zona hijau penyebaran virus corona (Covid-19) di Kota Mataram diharapkan berimbang dengan upaya screening atau penapisan dengan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Terlebih Pemkot Mataram telah menggratiskan biaya rapid test bagi masyarakat.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr. Lalu Herman Mahaputra, menerangkan saat ini ketersediaan reagen untuk pemeriksaan sampel swab masyarakat di Kota Mataram masih cukup. “Kita sangat terpenuhi. Bisa kita lakukan smua running 4 kali bisa 100 (sampel),” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, 22 September 2020.

Iklan

Menurutnya, saat ini RSUD Kota Mataram telah dilengkapi dengan 2 mesin PCR, termasuk mesin ekstraksi. Pemeriksaan per hari sendiri disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan sampel yang diserahkan dari orang dalam pengawasan (ODP).

Kendati demikian, jumlah pemeriksaan hari ini disebutnya mulai menurun. “Bahkan sekarang melandai (pemeriksaan sampel), tapi protokol kesehatan tetap kita jalankan,” ujar dr. Jack, sapaan akrabnya. Selain upaya penapisan, menekan angka kematian pasien dalam pengawasan (PDP) disebutnya menjadi fokus lainnya dalam situasi saat ini. Di mana hal tersebut diproyeksikan dapat tercapai dengan upaya penapisan maksimal.

“Karena itu pelayanan swab tetap gratis bagi warga Kota Mataram. Pokoknya kita bisa sampai bulan Desember, sudah dikasi kita anggarannya Rp3-4 miliar,” ujar dr. Jack.

Sebelumnya Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram mencatat adanya pengurangan jumlah kelurahan yang masuk dalam zona hijau penyebaran Covid-19 dari total 50 kelurahan yang ada. Di mana dari 26 kelurahan yang sebelumya masuk zona hijau, saat ini hanya tersisa 16 kelurahan.

“Sekarang ini bagaimana supaya menjaga diri kita dan tidak menulari orang lain,” ujar Kepala Dikes Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi. Menurutnya, perkembangan kasus Covid-19 di Mataram memang masih dinamis.

Dicontohkan seperti kemunculan pasien positif pada setiap pemeriksaan dengan rapid test maupun PCR bagi warga Kota Mataram. Karena itu, kedisiplinan dan komitmen bersama disebutnya masih perlu terus ditingkatkan. Terutama dengan rajin mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Sampai dengan 22 September total konfirmasi positif Covid-19 di Mataram mencapai 1.147 kasus. Rinciannya, 976 orang pasien dinyatakan sembuh, 88 orang masih menjalani isolasi mandiri, dan 83 orang lainnya meninggal dunia akibat tertular Covid-19. (bay)