Pelayanan Swab di RSUD Mataram Gratis

H. Lalu Herman Mahaputra. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra menjamin pelayanan kesehatan uji cepat virus Corona (rapid test) dan uji usap atau swab gratis. Tenaga kesehatan serta petugas administrasi telah diinformasikan.

“Surat edaran dari Pak Wali sudah jalan. Tadi pagi saya juga sudah sampaikan ke semua staf dan petugas,” kata dr. Jack, sapaan akrabnya dikonfirmasi Selasa, 14 Juli 2020.

Iklan

Pemeriksaan kesehatan gratis dimaksudkan untuk mengendalikan laju perkembangan Coronavirus Disease di Kota Mataram. Adapun satu pasien memviralkan bukti kwitansi pembayaran kata dia, sudah meminta maaf. Pasalnya, surat edaran belum berlaku sehingga otomatis biaya rapid test dibebankan ke pasien.

“Dia sudah minta maaf kok. Dan, tiidak seperti itu kejadian. SE-nya juga baru turun,” terangnya.

Permintaan rapid test hari ini (kemarin, red) sampai 30 – 35 orang. Sebagian besar masyarakat dipastikan sudah mengetahui informasi tersebut. Ditegaskan, rapid test dan swab gratis hanya berlaku bagi warga yang ber KTP Kota Mataram. “Kalau orang luar, bayar dong,” ucapnya.

Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, H. Ahyar Abduh menegaskan, meminta rumah sakit swasta dan klinik tidak melayani rapid test dan swab mandiri khusus bagi warga Kota Mataram. Pemeriksaan kesehatan difokuskan di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Pelayanan rapid test dan swab dipusatkan di fasilitas kesehatan milik pemerintah seperti puskesmas dan RSUD Kota Mataram. Pemeriksaan ini pun tanpa dipungut biaya atau gratis.

Tujuan pemusatan rapid test di faskes milik pemerintah untuk mengontrol dan memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat, sehingga pemeriksaan kesehatan bisa dikendalikan.

Menurutnya, dari hasil analisa penyebaran virus tidak lagi terjadi di lingkungan. Upaya ini hasil kerja keras melalui Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL), sehingga beberapa lingkungan terjadi penularan antara lain Lingkungan Panarage, Babakan dan Pelembaq sudah zona hijau.

Kasus penularan virus justru terjadi di area publik baik itu kantor pemerintah, swasta, badan usaha milik negara maupun badan usaha milik daerah. Pemkot berikhtiar memutus mata rantai, sehingga tidak akan kendor melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Tujuan kita untuk mengontrol warga yang reaktif dan positif. Kalau mau diisolasi kita sediakan Wisma Nusantara. Bisa juga warga isolasi mandiri di rumah supaya kita mengetahui,” demikian kata dia. (cem)