Pelatihan Informasi Layak Anak, DP3A Kembangkan Budaya Literasi bagi Anak

Kepala DP3A Kota Mataram, Hj. Dewi Mardiana Ariany memberikan sambutan pada pelatihan informasi layak anak kepada forum anak, Jumat, 14 Februari 2020. Forum anak diharapkan mengembangkan budaya literasi di kehiduap sehari – hari. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Setelah memberi pelatihan jurnalistik kepada forum anak tahun 2019 lalu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) kembali memberi pelatihan informasi layak anak. Kegiatan ini sebagai upaya agar generasi muda mengembangkan budaya literasi.

Kepala DP3A Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany menyampaikan, pelatihan informasi layak anak tindaklanjut dari pelatihan jurnalistik telah dilaksanakan tahun lalu. Bekal menulis didapat oleh forum anak kembali dikembangkan dengan mengunduh tulisan ke website. Cara mengunduh dilatih oleh fasilitator provinsi yang telah dierikan hak akses oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Iklan

“Ini tindaklanjut dari pelatihan jurnalistik sebelumnya,” kata Dewi ditemui di ruang kerjanya pekan kemarin. Informasi layak anak berkaitan agar generasi muda diharapkan jangan mengakses hal – hal yang berbau pornografi maupun adegan kekerasan fisik. Hal itu akan menjadi celah atau pintu masuk anak-anak melakukan pelecehan seksual maupun aksi pornografi.

Tulisan maupun video tidak sekadar diunduh di website. Keterampilan dimiliki anak bisa dikembangkan sebagai video maker (youtuber), jurnalis dan profesi lainnya. Di satu sisi sambung Dewi, Kementerian PP&PA juga ingin mengetahui aktivitas yang dijalankan oleh forum anak di lingkungan. Video bisa saja ditampilkan di website kementerian. “Mana tahu nanti ketika hari anak nasional dilombakan. Anak-anak sudah ada bekal,” ujarnya.

Forum anak dilibatkan adalah dari Forum Anak Lingkungan Sintung, Banjar dan Dasan Cermen. Secara berkala juga akan diundang Forum Anak Lingkungan Karang Jangkong dan Karang Parme. Pengembangan keterampilan dari sisi video serta tulis sebagai upaya pemerintah mendorong agar anak mengembangkan budaya literasi.

Peluang bekerja sebagai youtuber, jurnalis dan profesi lainnya terbuka lebar. Serta, memiliki penghasilan lebih besar. “Tidak harus jadi pegawai negeri. Jadi youtuber penghasilannya juga besar. Saya juga berharap anak-anak ke depannya bisa menjadi jurnalis mampu menunjukan eksistensinya,” demikian harapan Dewi. (cem/*)