Pelatihan Budidaya Porang KLU, Astra Serahkan 118.250 Bibit, Potensi Omset Rp1,183 Miliar

Dinas Pertanian KLU mendampingi BPTP NTB menghadap bupati terkait proses pelepasan varietas porang KLU yang ditargetkan dilakukan tahun 2022 mendatang. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Antusiasme masyarakat Lombok Utara menjadi petani Porang, diimbangi dengan peningkatan dengan kapasitas sumber daya manusia. Kelompok tani dibekali pelatihan dan wawasan budidaya dari pembibitan, pemeliharaan hingga pascapanen.

Kepada Suara NTB, Kamis, 30 September 2021, Ketua Tim Pendamping Desa Astra, Prof. Ir. Suwardji, M.App.Sc., Ph.D., mengungkapkan pembinaan untuk petani Porang telah dijalankan sejak 2017 di Kecamatan Bayan. Tahun ini, pendampingan berlanjut di 7 desa kecamatan Gangga usai peluncuran program Desa Sejahtera Astra.

Iklan

“Pelatihan budidaya Porang di kecamatan Gangga, dimulai dari Desa Sambik Bangkol, kemudian Rempek, Genggelang, Gondang dan terakhir Bentek dan Selelos,” ujarnya.

Di Desa Samba, petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sempoja telah melalui pelatihan budidaya porang secara intensif. Anggota kelompok tani mengikuti pembekalan materi dengan serius. Pasalnya, proses budidaya Porang tidak sekedar menanam saja, melainkan memberi perlakuan agar panennya bisa maksimal.

“Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang budidaya tanaman porang, mulai dari cara pembibitan, penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan penanganan HPT. Di samping itu, dalam kegiatan ini, petani diingatkan untuk mengurangi, bahkan menghindari penggunaan pupuk dan pestisida kimia, sehingga setelah diadakan pelatihan, produksi porang dapat meningkat tanpa harus mencemari lahan,” papar Suwardji.

Pada kesempatan itu juga, Tim Fasilitator Desa Sejahtera Astra menyerahkan bantuan bibit porang dari Astra. Bibit berupa spora 14 kg berisi 86.000 batang, katak 80 kg x 400 berisi 32.000 bibit, dan umbi 10 kg x 25 bibit sebanyak 250 bibit.

“Jadi total yang diserahkan sebanyak 118.250 bibit porang untuk anggota kelompok tani Sempoja,” imbuhnya.

Sementara, Divisi Budidaya P3N – Porang NTB, Putra Anom, optimis perekonomian petani Porang akan meningkat seiring budidaya yang berjalan di lapangan. Ia menganalisa, penghasilan kelompok tani sampai akhir pendampingan mencapai ratusan juta.

Ia memaparkan, dari potensi produksi 118.250 pohon dengan berat tiap batang 2 kg, akan menghasilkan produksi 236.500 kg. Jika harga per kilogram setara pembelian saat ini 5.000, maka menghasilkan omset Rp1,183 miliar.

“Itu (pemahaman) yang masih minim, karena itu kami fokus pada peningkatan cara budidaya. kami berharap Petani Porang perwakilan masing Kelompok di KLU bisa di fasilitasi Pemda untuk studi ke daerah Pengolahan Porang di Jawa Timur guna pemantapan pengolahan menuju Chip Porang,” tandasnya. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional