Pelantikan Bupati dan Wabup Lobar Terpilih Terancam Molor

Wabup Lobar terpilih,  Hj. Sumiatun (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) terpilih periode 2019-2024 H. Fauzan Khalid – Hj. Sumiatun terancam molor. Pasalnya, mengacu pada masa jabatan Bupati Fauzan Khalid berakhir tanggal 23 April bersamaan dengan masa pelaksanaan pemilu serentak untuk pemilihan presiden-wakil presiden, Anggota DPD, DPR RI dan DPRD Provinsi serta kabupaten/kota.  Sehingga kemungkinan besar pelantikan bupati-wabup pun diundur sampai bulan Juni bersamaan dengan kepala daerah terpilih yang belum dilantik.

Ketua KPU Lobar Suhaimi Syamsuri mengatakan terkait pelantikan bupati dan wabup terpilih  tergantung dari pemerintah. Namun sesuai jadwal KPU, seharusnya pelantikan dilaksanakan bulan April. “Akhir masa jabatan (Fauzan Khalid red) tanggal 23 April, seharusnya dilantik bulan April tapi karena ada agenda pemilu, sehingga ada kemungkinan diundur,” katanya, Rabu,  9 Januari 2019.

Iklan

Sejauh ini  kata dia, belum ada pemberitahuan dari pemerintah ke KPU terkait pelantikan bupati dan wabup terpilih. “Belum ada pemberitahuan secara resmi ke kami,” akunya.

Ia menambahkan pihak KPU sendiri tidak ada kewenangan dalam hal mempertanyakan kapan pelantikan. Sebab hal ini menjadi ranah pemerintah.

Sementara itu Wabup terpilih, Hj Sumiatun mengatakan pihaknya menunggu kapan saja dilantik.  Kapan pun dilantik, mantan ketua DPRD ini selalu siap.“Kapan pun saya siap dilantik, sesuai dengan aturan,” kata dia ditemui di kediamannya.

Dirinya belum mendapatkan kepastian kapan waktu pelantikan sebab ada informasi kalau pelantikan dilaksanakan bulan April, ada juga informasi Mei dan bulan Juni. Ia sendiri mengikuti keputusan pemerintah terkait kapan dilantik bersama pasangannya H. Fauzan Khalid. (her)