Pelanggaran Lalin di Jalur BIL Masih Tinggi

Agus Rahman. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Lombok Barat (Lobar) gencar melakukan operasi di sepanjang jalan bebas hambatan BIL 2 Lobar. Selama kurang lebih 13 hari melakukan patrol, sebanyak 215 pengguna jalan diberikan penindakan karena melanggar lalu lintas.

Bentuk pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah pengguna sepeda motor yang menggunakan jalur cepat, di mana jalur cepat hanya diperuntukkan untuk kendaraan roda empat dan lebih. Sedangkan kendaraan roda dua atau sepeda motor dan kendaraan roda tiga dipersilakan untuk melewati jalur lambat.

Iklan

Kasat Lantas Polres Lobar, Iptu Agus Rahman menjelaskan, dari tanggal 11 hingga 23 Juni, jumlah pelanggaran yang sudah ditindak sebanyak 215 orang.  “Kegiatan ini merupakan bagian dari penertiban terkait disiplin berlalulintas dan ketaatan dalam Penerapan Protokol Kesehatan di wilayah hukum Polres Lombok Barat,’’ katanya, Rabu, 23 Juni 2021. “Di Jalan  bay pas BIL 2 terdapat dua jalur yang berbeda peruntukannya, yaitu Jalur Cepat dan Jalur Lambat,” ungkapnya.

Rambu petunjuk dan rambu perintah di jalan  sudah jelas, antara jalur cepat dan jalur lambat ini dan apabila ditemukan pelanggaran, maka akan langsung ditilang. “Jalur cepat merupakan jalur untuk kendaraan roda empat atau lebih, sedangkan jalur lambat diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan roda tiga,” tegasnya. Sementara, dari hasil pemantauan, masih saja terjadi pelanggaran di jalan ini, terutama pengendara roda dua yang masih menerobos masuk di Jalur Cepat.

Selain itu, Agus menegaskan bahwa, untuk pelanggaran kasat mata juga menjadi perhatian jajarannya, di antaranya dalam penggunaan helm bagi pengendara roda dua, lawan arus, bonceng tiga, knalpot brong, kelengkapan kendaraan, dan menggunakan mobil bak terbuka untuk mengangkut orang. “Di tengah masa pandemi saat ini, tentunya protokol kesehatan (Prokes) tetap menjadi prioritas utama, sehingga juga dilakukan penindakan, baik teguran secara lisan maupun tertulis,” imbuhnya.

Dengan dilakukannnya penindakan ini, diharapkan lebih memaksimalkan dukungan kepada Pemerintah dalam menekan angka penyebaran covid-19, khususnya di wilayah hukum Polres Lombok Barat. “Terkait Prokes, cara bertindaknya mengedepankan cara persuasif humanis, lebih kepada edukasi, sehingga diharapkan ini membiasakan masyarakat dalam menerapkan prokes,” katanya.

Sedangkan penindakan, dilakukan melalui kegiatan Pemeriksaan Stasioner, dilakukan tindakan represif berupa sanksi tilang, namun tetap mengedepankan cara humanis. “Sebagian besar pelanggaran yang terjaring, dilakukan oleh pengendara roda dua, menerobos masuk di jalur cepat,” ucapnya.

Dari angka ini, Agus mengatakan kalau tingkat pelanggaran masih tinggi di jalan bebas hambatan sehingga pihaknya akan tetap melakukan patroli dan penertiban kepada pengendara dengan mengedepankan tindakan refresif untuk memberikan efek jera kepada masyarakat. Tidak hanya itu, pihaknya juga memberikan atensi khusus kepada beberapa jenis pelanggaran yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan, hal ini dilakukan sebagaimana perintah dari pimpinan yang meminta agar diberikan tindakan tegas kepada pelanggaran seperti balapan liar, tanpa helm, menggunakan knalpot brong, dan menggunakan kendaraan bak terbuka mengangkut orang. “Jenis pelanggaran ini, akan diberikan tindakan penegakan hukum, ” tegasnya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional