Pelanggar Prokes di Sumbawa Masih Tinggi

Operasi yustisi yang dilaksanakan tim gabungan Pol PP, TNI/Polri, Dishub dan Bapenda  di depan Bapenda Sumbawa.(Suara NTB/ist) 

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Kabupaten Sumbawa masih tinggi. Dalam operasi yustisi penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan covid-19 yang digelar Rabu pagi, 18 November 2020, terdapat puluhan pelanggar terjaring.

Operasi ini dilaksanakan tim gabungan Pol PP, TNI/Polri, Dishub dan Bapenda  di depan Bapenda Sumbawa (eks Kantor DPRD). Dari operasi, total pelanggar yang terjaring sebanyak 91 orang. Rincian sanksi sebagaimana diatur dalam Perbup Nomor 43 Tahun 2020, 5 orang didenda administrasi Rp 150 ribu per orang, 39 orang sanksi sosial, dan 47 orang teguran lisan (SP 1).

Kasat Pol PP Sumbawa, H. Sahabuddin, S.Sos., M.Si menyampaikan, hingga saat ini, masih terdapat masyarakat yang belum tertib menerapkan protokol kesehatan. Sehingga pihaknya akan terus melakukan penertiban. “Kondisi masyarakat sampai saat ini, ada juga yang sudah menggunakan masker betul-betul dan masih juga ada masyarakat yang belum tertib. Dan ini yang akan kami tertibkan setiap hari, Insya Allah akan terus dilakukan,” ujarnya.

Pihaknya berharap melalui operasi ini, masyarakat lebih tertib ke depannya. Karena status Sumbawa saat ini sudah masuk zona orange. Jika terus terjadi peningkatan kasus, maka akan beralih ke zona merah. Karenanya, operasi yustisi ini akan dilaksanakan setiap hari hingga Desember akhir tahun. Tidak hanya di jalan tetapi juga menyasar tempat-tempat usaha, seperti room/karaoke, cafe dan tempat usaha lainnya. “Insya Allah akan dilakukan sampai dengan Desember. Himbauan kepada masyarakat kalau keluar rumah tolong pakai masker dan tertib. Mari kita bekerjasama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid. Karena Putusnya rantai ini bukan tergantung pada aparat, tapi tergantung pada masyarakat. Silahkan pakai masker tanpa kecuali,” pungkasnya.(ind)