Pelamar JPTP Yakin dengan Hasil Asesmen Sebelumnya

Sejumlah pejabat mengikuti asesmen yang merupakan bagian dari penilaian seleksi jabatan pimpinan tinggi (JPTP). Dari 28 pelamar hanya 16 orang yang ikut asesmen, sisanya merasa percaya diri dengan hasil asesmen sebelumnya. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – UPTB Unit Pelayanan Penilaian Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB mulai melakukan asesmen terhadap pelamar jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkup Pemkot Mataram. Namun tidak semua pelamar ikut tes. Sebagian merasa yakin atau percaya diri terhadap hasil asesmen yang diikuti sebelumnya.

Dari 28 nama pelamar hanya 16 orang yang mengikuti asesmen. Yakni, Drs. I Made Gde Yasa, Parman, Dra. Endang Utami Rahayu, Ir. Endang Rosid Sudianto, Ahmad Suriadi, Irwan Harimansyah, Umar, Lalu Agus Supriyadi, Abdul Manan, H. Muhtadi Khairi, drg. Ahmad Zulfikar, dr. Emirald Isfihan, dr. Ni Ketut Eka Nurhayati, Haris A. Rasyid dan Muhammad Ramadhani.

Iklan

I Made Gde Yasa dikonfirmasi di sela – sela waktu mengikuti asesmen mengaku, asesmen yang diikuti adalah kali kedua setelah di tahun sebelumnya pernah menjalani hal serupa. Tetapi, ia merasa belum puas dengan hasil di tahun lalu, sehingga berusaha memperbaiki nilainya. “Iya, cuma ingin perbaiki nilai saja,” tuturnya.

Sedikit tidak kata Yasa, ia sudah memiliki pengalaman. Kesempatan kali ini dijadikan peluang untuk mengubah nilainya. Adapun nilai kedua ini tidak baik maka akan digunakan nilai asesmen tahun sebelumnya. Demikian pula sebaliknya. “Kalau misalkan ini kurang baik bisa dipakai tahun lalu itu,” tuturnya.

Berbeda halnya yang disampaikan oleh Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Putu Made Sudarsana. Ia justru percaya diri dengan hasil asesmen yang pernah diikuti tahun sebelumnya. Apalagi, ia sudah mengikuti kegiatan boot camp di Denpasar, Bali. “Karena asesmen ini kan tidak wajib bagi yang sudah ikut sebelumnya,” kata Putu.

Sebagian pelamar JPTP yang kembali ikut asesmen tidak dipersoalkan. Kemungkinan kata Putu, mereka ingin memperbaiki nilai asesmennya karena tidak percaya diri dengan hasil sebelumnya. “Yah, saya yakin ndak mengecewakanlah hasil yang saya ikuti tahun lalu,” terangnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menyampaikan, asesmen dilakukan oleh tim dari Pemprov NTB. Tim asesor akan menilai dari segi kepribadian, manajerial, watak serta kemampuan leadership atau kepemimpinan.  Sehingga, hasil asesmen akan terlihat karakter serta kemampuan manajerial dan kepemimpinan peserta. “Tidak masalah pada saat pemaparan makalah bagus akan buat team work dengan konsep normatif. Setelah diasesmen akan terlihat karakter sebenarnya,” kata Nelly.

Masing – masing tahapan mulai seleksi administrasi, persentasi makalah, wawancara sampai asesmen akan diakumulasi nilainya. Tiga nilai tertinggi akan diserahkan ke kepala daerah untuk menentukan pejabat yang akan dipilih menduduki jabatan tertentu. “Semua nilainya akan diserahkan ke Pak Wali,” sebutnya. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional