Pelamar CPNS Peraih Nilai Terbaik Kedua Berpeluang Isi Formasi Kosong

Ilustrasi pelamar CPNS. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB mendapatkan informasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengenai pengisian formasi yang kosong dalam seleksi CPNS 2019. Pelamar yang memperoleh nilai terbaik kedua yang melamar pada jabatan dan kualifikasi pendidikan yang sama dari unit penempatan atau lokasi formasi yang berbeda berpeluang mengisi formasi yang kosong.

Kepala Bidang Informasi Kepegawaian BKD NTB, Drs. Syamsul Buhari, P.Si., M.Kes., yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 19 Oktober 2020 siang kemarin mengatakan, pihaknya akan berkonsultasi ke BKN untuk memperjelas masalah ini. Bahkan, katanya, bukan saja BKD NTB yang akan berkonsultasi ke BKN. Tetapi juga BKD dan BKPSDM kabupaten/kota juga akan ikut berkonsultasi memperjelas informasi tersebut.

Iklan

‘’Itu info pusat. Tapi nanti kita lihat, karena ada aturannya. Makanya, kita mau ke Jakarta,’’ ujarnya.

Syamsul mengatakan,  pelamar memperoleh ranking kedua berpeluang mengisi formasi yang kosong di tempat lain. Dengan catatan, jenis jabatan dan kualifikasi pendidikannya sama.

Ia memberikan contoh, di SMA A ada formasi Guru Matematika sebanyak satu orang. Kemudian, di SMA B, formasi Guru Matematika yang dibutuhkan dua orang, namun tidak ada pelamar atau peserta yang memenuhi passing grade.

Sementara di SMA A, ada tiga pelamar yang memperoleh nilai terbaik, ranking satu sampai tiga. Dua pelamar yang memperoleh ranking dua dan ranking tiga di SMA A, berpeluang akan mengisi dua formasi yang kosong di SMA B.

‘’Makanya dilihat kemungkinan-kemungkinan itu, bisa saja terjadi. Dengan catatan sama jabatannya. Kalau beda jabatan, maka ndak bisa,’’ katanya.

Syamsul menambahkan, BKD juga akan membicarakan masalah formasi yang kosong dalam seleksi CPNS 2019 ini dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Pasalnya, banyak juga formasi yang kosong akibat tidak ada pelamarnya.

Berdasarkan data BKD  NTB, sebanyak 60 formasi CPNS 2019 tak ada pelamar dan peserta yang memenuhi passing grade. Dengan rincian, 35 formasi yang tidak ada pelamar dan 25 formasi yang tidak ada pelamar memenuhi passing grade pada tahap tes SKD.

Formasi yang tak ada pelamarnya tersebut untuk formasi tenaga kependidikan, yaitu satu formasi guru nautika kapal niaga di SMKN 1 Alas, satu formasi guru TIK di SMAN 2 Bayan, 6 formasi guru prakarya dan kewirausahaan, masing-masing satu formasi di SMAN 1 Labangka, SMAN 1 Moyo Utara, SMAN 1 Lape, SMKN 1 Lenangguar, SMKN 1 Plampang dan SMKN 1 Monta. Dan 4 formasi guru SLB yang tidak ada pelamar, masing-masing satu formasi di SLBN 2 Lotim, SLBN 2 Lobar, SLBN 1 Sumbawa, SLBN 1 Mataram yang tidak ada pelamarnya.

Sedangkan untuk  formasi tenaga kesehatan yang kosong karena tak ada pelamarnya, yakni satu formasi dokter gigi di RS. H. L. Manambai, 2 formasi dokter spesialis anak, masing-masing satu formasi di RSJ Mutiara Sukma dan RS. HL. Manambai.

Kemudian, masing-masing satu formasi dokter spesialis anastesi di Dinas Kesehatan NTB, dokter spesialis bedah, dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis jantung. Dokter spesialis kandungan, dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis mata. Dokter spesialis paru dan dokter spesialis patologi dan anatomi di RS. HL. Manambai.

Selanjutnya, formasi dokter spesialis penyakit dalam di RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis radiologi di RS. HL. Manambai dan RS Mata NTB. Kemudian dokter spesialis rehab medik di RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis saraf di RSJ Mutiara Sukma dan RS. HL. Manambai. Dokter spesialis THT, dokter spesialis urologi dan psikologi klinis di RS. HL. Manambai. (nas)