Pelamar CPNS Lulus ‘’Passing Grade’’ Gagal Ikut SKB

Sekretaris BKD NTB, Yus Harudian Putra (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Upaya Pemprov untuk menyelamatkan pelamar yang lulus passing grade tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) agar dapat ikut Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) tak membuahkan hasil. Panselnas tetap menggugurkan pelamar yang lulus passing grade karena peserta yang ikut SKB sesuai Permenpan 61/2018 maksimal tiga kali jumlah formasi.

Demikian disampaikan Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Yus Harudian Putra, S. STP. Disebutkan, jumlah pelamar yang ikut SKB untuk CPNS Pemprov memang bertambah menjadi 823 orang dari sebelumnya 813 orang. Dari 114 pelamar yang lulus passing grade, sebanyak 108 orang yang berhak ikut SKB.

Iklan

‘’Berdasarkan Permenpan 61/2018, yang enam orang itu tetap tak bisa ikut tes SKB. Karena dibatasi dengan peserta yang mengikuti SKB,’’ terangnya dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 3 Desember 2018.

Tambahan pelamar yang berhak ikut SKB berasal dari hasil perangkingan dengan skor nilai minimal SKD 255 ke atas. Meskipun 823 pelamar berhak mengikuti tes SKB, namun puluhan formasi Pemprov tetap lowong.

Seperti formasi dokter spesialis dan tenaga guru.  Terhadap formasi yang lowong, Pemprov mengharapkan tetap diperuntukkan pada rekrutmen CPNS tahun depan. ‘’Karena formasi yang lowong ini benar-benar dibutuhkan. Seperti dokter spesialis dan tenaga pendidik,’’ ujarnya.

Mengenai pelaksanaan tes SKB, Yus mengatakan jadwal tentatif yang dikeluarkan Panselnas akan dilakukan 4 -12 Desember 2018. Pemprov masih menunggu jadwal pasti dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

‘’Kita menunggu informasi dari BKN, jadwal pelaksanaan per daerah. Kita masih ada tahapan berikutnya, pemberkasan. Mudahan tahun ini selesai,’’ harapnya.

Lokasi tes SKB untuk Pemprov NTB, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara di Grand Imperial Ballroom. Sedangkan kabupaten/kota lainnya di daerah masing-masing.

Kepala BKD NTB, Drs. H. Fathurahman, M. Si memberikan kisi-kisi bagi pelamar untuk menghadapi pelaksanaan tes SKB. Peserta diharapkan melihat kisi-kisi test  yang ada di laman bkd.go.id. Dan  terpenting adalah memahami hal-hal tersebut.

Peserta diharapkan memahami jabatan yang dilamar. Terdapat dua jenis jabatan atau formasi yang nantinya mempengaruhi jenis soal yang akan diujikan pada ujian SKB. Kedua jenis jabatan tersebut yaitu Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) dan Jabatan Pelaksana (JP).

Kemudian peserta menentukan jenis jabatan yang dilamar JFT atau bukan. Peserta harus tahu jabatan yang dilamar. Apakah termasuk JFT atau bukan. Yang termasuk dalam jenis JFT antara lain profesi seperti guru, dokter, apoteker dan lainnya.

Peserta yang melamar jenis JP harus mempelajari jenis tugas yang ada pada jabatan itu. Beberapa profesi yang termasuk dalam Jabatan Pelaksana (JP) di antaranya Analis Kerja Sama, Analis Akuntabilitas Kinerja dan lainnya.  Fathurahman mengatakan peserta bisa membaca Permenpan RB nomor 25 tahun 2016 tentang Nomenklatur JP. (nas)