Pelaku UMKM Diminta Hati-hati

Yunus. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pemkab Lombok Timur (Lotim) telah menerima permohonan 11.017 orang untuk mendapatkan Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM). Masing-masing pelaku usaha akan mendapat sebesar Rp2,4 juta. Hanya saja, pelaku UMKM yang mengincar bantuan ini diminta hati-hati, karena akan dilakukan verifikasi lapangan.

BPUM tersebut diberikan pemerintah kepada para pelaku usaha mikro yang terdampak Covid-19. Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha, di antaranya izin usaha serta bukti nyata usaha yang ditekuninya saat ini. Sementara apabila pengusul melakukan manipulasi data usaha, maka dapat diproses sebagaimana mestinya

Iklan

Kepala Bidang Pembinaan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lotim, Yunus, S.Sos, Selasa, 27 Oktober 2020, menyatakan bantuan ini dihajatkan bagi masyarakat yang memiliki usaha tapi terbentur modal. Di mana secara nasional pemerintah menyiapkan penerima bantuan dana stimulus sebanyak 12 juta UMKM.

Untuk memperoleh bantuan usaha ini, dibuktikan dengan Surat Keterangan Usaha (SKU) dari desa asalnya. Akan tetapi sejauh mana pemohon yang mengajukan bantuan memiliki usaha akan dikoordinasikan. Sedangkan untuk Standar Operasional Prosedural (SOP) dalam proses pencairan dan data penerima berada di lembaga perbankan dan kementerian terkait.

Ditegaskan, bantuan ini merupakan gelombang kedua, sedangkan berapa yang sudah terealisasi di gelombang pertama tidak mengetahuinya, karena menjadi ranah perbankan dalam hal ini BRI dan Kementerian Koperasi dan UKM.

Diskop dan UMKM Lotim nantinya akan melakukan pengawalan ketat masyarakat yang memanfaatkan bantuan tersebut. Seperti membuat SKU tapi tidak memiliki usaha. Meskipun untuk melakukan pendataan kepada masyarakat yang memiliki usaha terbentur sumber daya. (yon)