Pelaku Perjalanan Dominasi Pantauan Satgas Covid-19 KSB

H. Tuwuh (Suara NTB/dok)

Taliwang (Suara NTB) – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merilis data terbaru upaya penangan wabah virus corona per 29 Maret 2020. Dalam data tersebut menunjukkan, dominasi warga yang masuk dalam pantauan adalah mereka yang berstatus sebagai pelaku perjalanan dari negara atau daerah terjangkit.

“Yang paling banyak masuk adalah pelaku perjalanan,” terang juru bicara Satgas Covid-19 KSB, H. Tuwuh dalam keterangan persnya, Minggu, 29 Maret 2020.

Iklan

Dalam data Satgas Covid-19 KSB itu, terdapat 341 orang berstatus sebagai pelaku perjalanan. Dikatakan H. Tuwuh, penambahan signifikan terjadi dalam 2 pekan terakhir.

Di mana para pelaku perjalanan ini didominasi oleh para pelajar dan mahasiswa yang memilih mudik setelah dihentikannya sementara kegiatan belajar oleh pemerintah sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona itu sendiri.

“Ini yang banyak anak mahasiswa. Mereka diliburkan dan kemudian memilih pulang,” timpalnya.

Terhadap mereka yang berstatus pelaku perjalanan, menurut H. Tuwuh, telah dilakukan pemeriksaan kesehatan sejak kedatangan di pintu masuk kecamatan Poto Tano dan selanjutnya oleh tim kesehatan di wilayah setempat.

Sesuai prosedur, selama 14 hari ke depan mereka mesti membatasi aktivitasi di luar rumah dan melakukan monitoring kesehatan mandiri di rumah masing-masing. “Petugas kesehatan kita juga tetap memantau mereka ya,” tambahnya.

Agar jumlah pelaku perjalanan tidak terus bertambah, H. Tuwuh menuturkan, Satgas sebenarnya telah jauh hari melakukan sosialisasi ke masyarakat. Kepada masyarakat, Satgas mengimbau agar tidak menyarankan anak atau sanak keluarganya yang saat ini berada di luar daerah untuk pulang. Hal ini sesuai prosedur upaya memutus mata rantai penularan virus corona.

“Tapi ya sepertinya masyarakat kurang mengindahkan imbauan itu,” keluh kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB ini.

Sementara itu, mengenai data status lainnya yang dirilis Satgas Covid-19 KSB, kemarin. Diantaranya, status kontak erat resiko rendah sebanyak 14 orang, orang dalam pemantauan (ODP) 30 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) 2 orang.

“Yang status PDP posisinya semua sudah kita rujuk ke rumah sakit Manambai, Sumbawa,” tukas H. Tuwuh. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here