Pelaku Penembakan Diduga Mantan Napi Terorisme

Mataram (Suara NTB) – Perburuan pelaku penembakan dua anggota polisi di Kota Bima belum menemukan titik terang. Meskipun sudah mengamankan sedikitnya enam orang, pelaku utama belum berhasil ditangkap. Namun identitas pelaku sudah dalam genggaman polisi.

Wakapolda NTB, Kombes Pol. Imam Margono, Selasa, 12 September 2017 menyebutkan, penembakan polisi di Kota Bima ada kaitannya mantan narapidana terorisme yang baru sepekan lalu keluar dari penjara.

Iklan

“Yang melakukan itu terhadap Bripka Gafur itu berdua. Mun dan Bl yang baru keluar dari Nusakambangan,’’ ungkapnya saat ditemui di Mapolda NTB.

Ia menegaskan, dua pelaku utama yang menembak Bripka Gafur belum tertangkap. Enam orang yang diamankan Senin, 11 September 2017 masih berstatus saksi.

Antara lain, IF, ZU, WD, IM,  FR dan terakhir IZ. Mereka ditangkap di Kelurahan Penatoi, Mpunda, Kota Bima sejak pagi hingga petang. Sementara seorang wanita berinisial LS sudah dipulangkan.

Rekam jejak IJ yang ditangkap belakangan, menunjukkan keterkaitan antara peristiwa penembakan dengan keterlibatan Bl alias Bilal alias Rahmat alias Mamat, mantan narapidana terorisme.

Bl antara 2012 sampai 2015 pernah mengikuti pelatihan seperti militer di Pegunungan Biru, Desa Tamanjeka, Poso bersama Santoso, yang merupakan jaringan Mujahidin Indonesia Timur.

“Diduga pelaku yang dilihat korban sampai sekarang belum tertangkap. Korban Bripka Gafur mengenali pelaku karena dia ditembak dari arah depan,” terang Imam.

Penembakan tersebut diduga kuat didalangi kelompok radikal yang berada di Penatoi. Meskipun sampai sekarang motifnya belum terungkap karena pelaku belum tertangkap.

“Orang yang di daerah Penatoi. Di Penatoi kan banyak yang bersimpati dengan kelompok garis keras,” jelasnya.

Dua Warga  Diamankan

Sementara dari Bima dilaporkan, aparat gabungan Brimob Subden A Bima dan Mapolres Bima Kota, kembali mengamankan dua warga Kelurahan Penatoi. Setelah sebelumnya mengamankan empat warga, terkait insiden penembakan dua anggota Polres setempat.

“Dua orang yang diamankan masing-masing inisial, FR (30) dan IZ (30),” kata Kapolres Bima Kota AKBP. Ahmad Nurman Ismail, S.Ik, Selasa, 12 September 2017.

Menurutnya, oknum FR diantar langsung oleh Lurah bersama dengan pengurus masjid Kelurahan Penatoi, sekira pukul 17.00 Wita. Sementara oknum IZ, diamankan tim gabungan dikediamannya sekira pukul 17.30 Wita.

‘’Saat ini keduanya masih dilakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan di Mapolres Bima Kota,’’ ungkapnya.

Nurman menyebutkan, pascainsiden penembakan terhadap dua anggotanya tersebut. Tercatat sudah enam warga yang telah diamankan. Hanya saja satu orang perempuan inisial LS, telah dipulangkan kembali ke rumahnya.

‘’LS kita pulangkan. Jadi saat ini sudah ada lima warga yang diamankan untuk dilakukan pemeriksaan,’’ sebutnya.

Kapolres menegaskan, sejumlah orang yang diamankan tersebut masih diperiksa dan didalami terkait insiden itu. Termasuk sejumlah barang bukti (BB) yang berhasil disita dari beberapa rumah warga yang diamankan.

‘’Kami belum bisa menyatakan atau menyimpulkan apakah BB yang disita milik mereka. Karena BB yang disita juga kebutuhan warga di rumah, termasuk mempunyai pisau,’’ katanya.

Meski begitu, BB yang disita tersebut sebagai bahan, pihaknya untuk terus menggali secara pelan-pelan. Dia berharap masyarakat Kota Bima agar berdoa, supaya secepatnya berhasil mengusut tuntas persoalan tersebut.

“Kita masih menggali terus alibi-alibi yang disampaikan sejumlah orang diamankan ini,” pungkasnya.

Dari keterangan lima warga yang diamankan tersebut. Kapolres mengaku, pihaknya sudah mengantongi identitas yang diduga pelaku penembak terhadap dua anggotanya, yakni Bripka Jainal dan Bripka Gafur. ‘’Sudah dikantongi, tinggal dilakukan penangkapan dan penahanan,” pungkasnya (why/uki)

 

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional