Pelaku Pemerasan di Pelabuhan Pelindo III Lembar Diringkus Polisi

Kasat Reskrim Polres Lobar, Iptu I Made Dharma Yulia Putra S.T.K.,S.I.K didampingi oleh Kapolsek KP3 Lembar Iptu. Irvan Surahman, S.Tr.K., saat jumpa pers kasus pemerasan di pelabuhan Pelindo III Lembar.

Giri Menang (Suara NTB) – Polres Lombok Barat, Polda NTB mengungkap dugaan kasus pemerasan terhadap sopir tujuan Waingapu, NTT yang terjadi di Pelabuhan Pelindo Lembar. Pelaku insial MS diduga memeras dengan modus menawarkan tiket dengan harga tak wajar ke korbannya. Kini pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka mendekam di jeruji besi Mapolres Lobar.

“Kasus Pemerasan ini dilaporkan oleh SD (45), warga dari kota Waingapu, yang merupakan pengguna jasa KM. Egon,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, Iptu I Made Dharma Yulia Putra S.T.K.,S.I.K didampingi oleh Kapolsek KP3 Lembar Iptu Irvan Surahman, S.Tr.K dalam jumpa persnya di Mapolres Lobar, Rabu, 15 September 2021.

Iklan

Terduga pelaku inisial MS (49), merupakan warga Dusun Serumbung, Desa Lembar Selatan telah diamankan. “Kini MS telah ditetapkan sebagai tersangka, dan telah mendekam di sel tahanan Polres Lombok barat, untuk proses penyidikan,” ujarnya.

Kasus pemerasan ini sendiriterjadi Pelabuhan Pelindo III Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Awalnya korban atau pelapor, akan menyeberang dari Pelabuhan Lembar menuju Waingapu NTT, dengan menggunakan kapal KM Egon dari perusahan PT Pelni.

Selanjutnya pelapor mencari tiket melalui online, di mana dalam pembeliannya telah dibuka dari PT. Pelni. “Ketika membuka penjualan tiket tersebut tiket sudah habis terjual, namun korban mendapat tawaran dari tersangka MS,” katanya.

MS menawarkan dengan harga tiket Rp6 juta untuk truk sedang, sedangkan dalam tiket tertera harga Rp4,3 juta. “Untuk kendaraan mobil jenis KK para korban, harus membayar dengan harga Rp3,8 juta, sedangkan harga yang tertera di tiket senilai Rp2,5,” terangnya.

Bahkan, ada korban yang diminta biaya tiket truk sampai senilai Rp10 juta. “Ternyata, setelah tiket tersebut dicetak dan diberikan kepada korban, tidak sesuai dengan tanggal waktu keberangkatan,” imbuhnya.

Di mana pada saat memesan tiket untuk berangkat pada hari itu, korban tidak mendapatkan tiket, tetapi malah mendapatkan tiket untuk keberangkatan dua minggu kemudian. “Sehingga korban bersama rekan-rekannya yang lain, merasa diperas atau ditipu oleh tersangka,” sambungnya.

Kemudian atas kejadian tersebut, tim gabungan personel Polres Lombok Barat, bekerja sama dengan polsek Kawasan Pelabuhan Lembar langsung melakukan penyelidikan. Mendindaklanjuti laporan ini, Tim Gabungan Polres Lombok Barat melakukan penagkapan tersangka. “Barang bukti yang diamankan di antaranya lima Kartu ATM dan uang tunai Rp600 ribu,” ujarnya.

Selain itu, diamankan pula 12 tiket penyeberangan ke Waingapu NTT, dan satu lembar bukti transfer untuk pembayaran tiket ke rekening tersangka. Terhadap pelaku dijerat dengan Pasal Pemerasan atau Penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368 KUHP atau pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Pihaknya juga akan menelusuri keterlibatan orang dalam.

Saat ditanya petugas di hadapan awak media, MS mengakui baru satu kali melakukan aksinya dalam dua bulan ini. “Intinya bukan kesalahan kami pak, tanggal itu kan yang di jadwal kapal, ada yang tanggal 4 keluar jadi tanggal 7 dan 19,” kilahnya.

Namun dengan bukti-bukti yang ada, MS tidak bisa berkutik, dan kini harus menyesali perbuatannya di sel tahanan Polres Lombok Barat. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional