Pelaku Pembunuhan di Bima Belum Ditangkap, Keluarga Korban Blokade Jalan

Kapolres Bima, Bagus Satriyo Wibowo memberikan penjelasan kepada keluarga korban yang memblokade jalan lintas Bima-Sumbawa atau tepatnya di Desa Rasabou Kecamatan Bolo, Kamis,  14 Maret 2019. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Pihak keluarga korban pembunuhan Dewa (20 tahun) memblokade jalan lintas Bima- Sumbawa atau tepatnya di Desa Rasabou Kecamatan Bolo pada Kamis,  14 Maret  pagi. Aksi itu dilakukan karena sejumlah pelaku pembunuhan belum ditangkap.

Perwakilan keluarga korban, Iskandar mengatakan pembunuhan yang terjadi di Desa Mpili Kecamatan Donggo pada tahun 2016 silam menyisakan luka mendalam bagi seluruh keluarga. “Oleh karena itu kami meminta Mapolres Bima agar segera menuntaskan kasus pembunuhan ini,” kata Iskandar.

Iklan

Ia juga mendesak pihak Mapolres Bima agar menangkap sejumlah orang yang diduga pelaku pembunuhan. Masing-masing, inisial M (20 tahun) dan J (20 tahun), warga Desa Doridungga Kecamatan Donggo. Keduanya diketahui kini sudah menjadi prajurit TNI.

“Selain itu ada juga S (22 tahun) yang saat ini berada di Malaysia. Kami ingin para pelaku ini diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Karena belum ada tanggapan, keluarga korban memblokade jalan dengan menempatkan bebatuan di bahu jalan. Selain itu mereka juga membakar ban bekas sehingga mengakibatkan arus lalu lintas macet total beberapa kilometer.

Namun, blokade jalan kemudian dibuka setelah Kapolres Bima AKBP, Bagus Satriyo Wibowo, S.IK tiba di lokasi. Bahkan, Bagus langsung naik ke atas mobil bak terbuka untuk memberikan pemahaman dan penjelasan terhadap keluarga korban.

Kapolres sangat menyesalkan aksi blokade jalan tersebut, karena akan merugikan banyak pihak. Terutama para pengguna jalan raya. Untuk itu, Ia meminta seluruh masyarakat agar tidak melakukan dengan cara seperti itu kedepannya.

“Saya meminta untuk terakhir kalinya dengan cara pemblokiran jalan raya. Jangan ada lagi aksi blokade jalan,” harapnya.

Ia menegaskan tuntutan yang disampaikan pihak keluarga tersebut telah ditangani. Bahkan sudah dikomunikasikan dengan bersurat ke Kesatuannya masing-masing. Mengingat keduanya yang kini ditetapkan sebagai DPO sudah menjadi anggota TNI aktif.

“Dan juga proses hukum tetap diutamakan dan membutuhkan waktu karena ke dua DPO ini sudah aktif jadi anggota TNI,” harapnya.

Mendengar penjelasan tersebut, keluarga korban merasa cukup puas. Blokade jalan pun kembali dibuka sehingga arus lalu lintas yang sempat macet dengan antrian kendaraan lebih kurang 1 kilometer kembali normal. (uki)