Pelaku Pembobol ATM Diduga Gunakan Dua Modus Baru

Mataram (suarantb.com) – Raibnya uang nasabah BRI Cabang Mataram pada rekeningnya secara misterius, membuat masyarakat khawatir dengan uang miliknya yang tersimpan di bank. Terlebih ditambah kuatnya dugaan kasus tersebut menyerupai kasus pembobolan dengan teknik skimming (perekam data secara ilegal) yang pernah terjadi di Pulau Lombok.

Hingga saat ini pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan BRI Cabang Mataram guna menyelidiki kasus raibnya uang nasabah secara misterius. Kasubdit II Unit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie menduga kasus tersebut adalah kasus skimming dengan menggunakan modus baru.

Iklan

“Kalau dilihat kasus ini hampir menyerupai kasus skimming ATM. Hanya saja kemungkinan besar dilakukan dengan dua modus baru, yaitu modus carding atau modus skimming menggunakan internet banking,” ujarnya saat ditemui di Mapolda NTB, Selasa, 25 Oktober 2016.

Menurut Darsono, modus carding yaitu modus pembobolan ATM dengan melakukan intersepsi secara ilegal terhadap pin ATM nasabah. Kemudian dibuatkan sebuah kartu ATM dan menyimpan data nasabah yang direkam di dalam kartu ATM yang baru.

“Awalnya dia skimming dahulu, kemudian dari situ dia wujudkan dalam bentuk kartu yang baru. Sehingga dengan mudah mengambil uang nasabah dengan kartu baru tersebut,” jelasnya.

Sementara modus kedua yaitu melalui fasilitas internet banking. Di mana akan dimulai dengan proses aplikasi maupun pendaftaran melalui customer service.

“Termasuk juga dari pihak bank ada yang terikut kalau melalui internet banking seperti ini. Makanya kami belum berani mengambil kesimpulan apakah modus yang digunakan,” ungkapnya.

Teknik pembobolan melalui internet banking digunakan dengan memasang malware (virus berbahaya), yang kemudian bekerja untuk mengintip aktivitas nasabah saat kegiatan keuangan yang dilakukan nasabah. Jika nasabah terkena malware maka otomatis uang pada rekeningnya dapat dibobol.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih menunggu audit pihak bank untuk melakukan pendataan terhadap jumlah korban maupun jumlah kerugian korban. Pihak bank diharapkan secepatnya untuk melakukan pendataan agar proses penyelidikan  dapat dilakukan sebelum pelaku pembobol dana nasabah melarikan diri.

“Kita saat ini masih menunggu proses pendataan jumlah nasabah yang menjadi korban dan total kerugiannya dari BRI Pusat. Jika telah selesai kami akan melakukan penyidikan. Karena terkait keuangan nasabah sifatnya rahasia, kami tidak berhak masuk ke sana,” pungkasnya. (szr)