Pelaku Pembalakan Liar Melawan, Kantor KPH Diserang

Ilustrasi kayu hasil pembalakan liar

Mataram (Suara NTB) – Upaya pemberantasan pembalakan liar di NTB menemui tantangan yang besar. Terduga pelaku pembalakan liar semakin beringas. Bahkan mereka menggerakkan massa untuk menyerang petugas pengamanan hutan (Pamhut) di Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Timur Resort Sambelia hingga beberapa kali.

‘’Penyerangan Kantor KPH karena ada yang ditangkap. Pos di Sambelia yang diserang itu,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F, M. Si dikonfirmasi Suara NTB usai acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi di Halaman Bumi Gora Kantor Gubernur, Jumat, 30 November 2018 .

Iklan

Bukan hanya di Pulau Lombok, para terduga pelaku pembalakan liar dan perambah hutan juga melakukan hal serupa di Pulau Sumbawa, tepatnya di Bima dan Dompu. Namun massa tak menyerang Kantor KPH, melainkan memblokir jalan untuk memprotes penangkapan warga yang diduga melakukan pembalakan liar.

Madani menjelaskan, Satgas Pemberantasan Pembalakan liar yang terdiri dari Polisi Kehutanan, TNI dan Polri terus menggencarkan operasi di Lombok dan Sumbawa. Apalagi pascabencana gempa, banyak masyarakat yang menggergah kayu hutan untuk membangun rumah kayu.

Ia memastikan, upaya pemberantasan pembalakan liar tak kalah galaknya seperti masa Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Patroli dilakukan siang dan malam. Namun akibat keterbatasan Pamhut, sehingga ada saja yang lolos.

‘’Cuma sekarang musim hujan, mereka ndak bisa ngangkut kayu. Pada musim kemarau dia tinggi frekuensinya. Kalau sekarang sudah berkurang,’’ katanya.

Salah seorang Pamhut Resort Sambelia KPH Rinjani Timur, L. Supriadi mengatakan banyak persoalan yang dihadapi petugas di lapangan dalam menjaga hutan. Pada musim kemarau, kawasan hutan di Sambelia sangat rawan kebakaran.

Biasanya kebakaran hutan terjadi pada malam hari. Dengan keterbatasan alat yang dimiliki, petugas tetap berusaha memadamkan api. Supaya api tak menjalar ke kawasan hutan lainnya.

Mengenai penyerangan Kantor KPH Rinjani Timur Resort Sambelia, Supriadi mengatakan beberapa kali massa melakukan penyerangan. Penyerangan pertama tanggal 28 September. Akibat penyerangan tersebut, beberapa fasilitas kantor rusak. ‘’Kemarin juga tanggal 22 November juga terjadi. Kami juga diserang oleh massa,’’ katanya. (nas)