Pelaku Gangguan Jiwa, Polisi Hentikan Kasus Pembunuhan Bocah di Narmada

Mataram (suarantb.com) – Kasus pembunuhan bocah berumur 4 tahun oleh ibu kandungnya di Narmada, Lombok Barat telah resmi dihentikan. Polres Mataram menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Kasus tersebut dihentikan lantaran berdasarkan hasil observasi kejiwaan oleh rumah sakit jiwa, pelaku dinyatakan mengalami gangguan jiwa.

Kapolres Mataram, AKBP Heri Prihanto membenarkan hasil observasi rumah sakit jiwa yang menyatakan pelaku mengalami gangguan jiwa. Oleh karena itu pihak kepolisian khususnya Polres Mataram yang menangani kasus tersebut menghentikan proses penyidikannya.

Iklan

“Sudah dihentikan, karena sesuai pasal 44 KUHP, perbuatan tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Heri saat ditemui di Mapolda NTB, Senin,  5 September 2016.

Berdasarkan bunyi pasal 44 ayat (1) KUHP menyebutkan, tidak dapat dipidana seseorang yang melakukan suatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya, dikarenakan kurang sempurna akalnya atau sakit jiwa. Sementara dalam pasal 44 ayat (2) KUHP menyebutkan pelaku yang mengalami gangguan jiwa dapat dimasukan pada rumah sakit jiwa selama satu tahun untuk diperiksa.

“Karena bunyi aturannya seperti itu maka pelaku tidak dapat dimintai pertanggungjawabannya. Kondisinya gila, ya saat ini dibawa ke rumah sakit jiwa,” tambahnya.

Sebelumnya seorang bocah perempuan berinisial AA dianiaya oleh ibu kandungnya, Sabtu 13 Agustus 2016 lalu. Meskipun telah mendapatkan perawatan yang intensif di RSUD Provinsi NTB, bocah malang tersebut menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 07.00 Wita di ruang ICU RSUP NTB, Senin 15 Agustus 2016. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here