Pelaku Curanmor di Bima Kalah Praperadilan

Mataram (Suara NTB) – Sidang praperadilan sah tidaknya penetapan tersangka dan penahanan Fadlin Maulana dimenangkan Polres Bima. Hakim menilai sah prosedur hukum terhadap Fadlin yang dijerat pasal 363 KUHP itu.

Hakim tunggal Pengadilan Negeri Raba Bima Muh Imam Irsyad Kamis, 19 April 2018 menolak praperadilan yang dimohonkan Fadlin. Hakim juga menyatakan termohon dalam hal ini Polres Bima sah menurut hukum.

Iklan

Fadlin sebelumnya memohon praperadilan sah tidaknya penetapan tersangka, penangkapan dan penahanan. Fadlin diduga mencuri sepeda motor Yamah Nuvo di Madawau, Madapangga, Bima, Senin, 5 Februari 2018.

Kapolres Bima, AKBP Bagus Satrio Wibowo mengapresiasi putusan hakim tersebut. Untuk selanjutnya penyidik segera melengkapi berkas perkara dengan tersangka Fadlin.

“Kita hormati tersangka mengajukan praperadilan, itu hak tersangka. Berdasarkan putusan ini kami hormati juga. Bahwa prosedur dan SOP yang kami jalankan sudah sesuai,” ujarnya.

Dia mengatakan, penetapan tersangka dalam kasus yang ditangani Polsek Madapangga itu berdasarkan dua alat bukti permulaan yang cukup.

“Penetapannya (tersangka) pun melalui gelar perkara. pada saat penangkapan tim opsnal dilengkapi surat perintah,” kata Bagus.

Fadlin diduga mengambil motor korbannya dini hari sekitar pukul 04.00 Wita Senin (5/2). sebelum beraksi, tersangka mensurvei target. Pada saat itu, dua tetangga korban bertemu tersangka. Satu saksi lainnya melihat tersangka mondar-mandir di rumah korban.

Pagi harinya korban baru mengetahui motornya dicuri. Sepekan kemudian, Senin (12/2) korban mendapati motornya di Soro, Kempo, Dompu. motor itu sedang dikendarai orang lain. korban pun melapor polisi.

Setelah memeriksa saksi dan bukti-bukti, Polsek Madapangga kemudian menetapkan Fadlin sebagai tersangka. Terungkap motor curian tersebut digadai Fadlin seharga Rp 2 juta. Fadlin ditangkap pada Sabtu, 28 Februari 2018 diproses di tahap penyidikan. (why)