Pelaku Asusila di Ruang Isolasi RSUD Ternyata Oknum Anggota Polri

Syarif Hidayat. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Pelaku tindak asusila di ruang isolasi rumah sakit umum daerah, akhirnya terkuak. Ia merupakan oknum anggota polri dari Satuan Reserse Narkoba inisial Briptu F. Fakta itu terungkap setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap lima orang Tenaga Kesehatan (Nakes).

Kapolres Dompu, AKBP. Syarif Hidayat, SH., S. IK., dalam konferensi pers di mapolres, Jumat (22/1) mengakui bahwa pelaku tindak asusila yang terekam kamera CCTV pada ruang isolasi nomor 06 rumah sakit umum, merupakan anggotanya. “Keterangan dan bukti dari rumah sakit bahwa memang benar oknum yang ada di kamar isolasi 06 adalah anggota Polres Dompu,” terangnya.

Iklan

Anggota dari satuan reserse narkoba ini, lanjut dia, berada di ruang isolasi untuk menjalani perawatan intensif setelah terkonfirmasi positif Covid-19.

Soal ia tertangkap kamera CCTV saat mesum dengan selingkuhan, propam akan segera membuat laporan polisi untuk menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku, baik menyangkut pelanggaran disiplin atau kode etik kepilisian.

Briptu F bahkan tidak menutup kemungkinan dijerat undang-undang karantina kesehatan terkait penyebaran wabah penyakit. “Ini tidak menutup kemungkinan akan kita terapkan pada oknum anggota polres tersebut,” jelasnya.

Terkait hasil pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, Syarif Hidayat mengatakan, langkah tersebut belum bisa diambil lantaran Briptu F masih menjalani isolasi. Permitaan keterangan secara resmi baru bisa dilakukan setelah ada kepastian dari tim gugus tugas Covid-19 yang menyatakan bahwa pasien tersebut sembuh.

Selain anggota, lawan jenis F pada video mesum yang sudah beredar luas di tengah masyarakat itu, akan dimintai keterangan oleh penyidik. Terutama menyangkut pengamanan rumah sakit terhada pengunjung yang datang. “Ini akan kita dalami, apakah ada kelalaian atau SOP yang tidak dilakukan,” ujarnya.

Dua Nakes Jadi Tersangka Penyebar
Selain mengungkap perilaku anak buah, penyidik Satreskrim Polres Dompu, telah menetapkan dua orang tenaga kesehatan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran video mesum oknum anggota polri tersebut, mereka inisial A dan Hm. Keduanya dijerat Undang-undang ITE lantaran merekam serta menyebarkan video yang sudah diambil dari layar monitor rekaman CCTV.

Terhadap A perawat berstatus PNS dan Hm honorer pada rumah sakit umum, lanjut Kapolres, kini menjalani penahanan di rutan mapolres. “Terhadap dua orang ini kita sudah lakukan penahanan di rutan polres,” tegasnya.

Diulas Kapolres, adegan panas pasangan selingkuh itu terjadi pada 11 Januari 2021 Pukul 14.10 Wita. Tepatnya di salah satu ruang isolasi pasien positif Covid-19 nomor 06.

Sampai kemudian beredar, itu berawal dari tersangka A, yang mana saat hendak pergantian petugas jaga, ia mendapati tindakan pasangan selingkuh tersebut lalu merekamnya dari layar monitor. Tak berhenti disitu, A memberitahukan petugas lain yakni Hm. Tujuan awalnya ialah agar temuan itu dilaporkan ke kepala ruang isolasi, namun oleh Hm justru disebar ke rekan tenaga kesehatan lain hingga akhirnya meluas. “Tujuan A membagikan video itu untuk dilaporkan ke kepala ruangan isolasi. Hm tidak langsung melapor, tapi dibagikan ke DT dan FS,” pungkasnya. (jun)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional