Pelaku ’’Skimming’’ Ambil Data Ratusan Nasabah

Mataram (Suara NTB) – Kasus skimming ATM BRI masih tahap penelitian berkas oleh jaksa penuntut umum Kejari Mataram. Dari pengumpulan barang bukti terungkap, alat skimming yang dipasang di ATM BRI Gili Trawangan itu sudah merekam data nasabah.

“Ada ratusan nomor kartu dan nomor PIN yang sudah direkam alat yang dipasang (warga negara) Bulgaria itu,” ungkap Kasubdit II Cyber Crime, AKBP Iwan Kurniawan, ditemui Rabu (11/10).

Iklan

Pasangan nomor kartu dan PIN tersebut kemudian dipindahkan para tersangka ke kartu bodong. Tak hanya tu, data nasabah itu juga dijual kepada pembeli di luar negeri. Maka tak heran jika ada catatan penarikan uang nasabah korban di luar negeri.

“Digunakan sendiri atau dikirim ke luar negeri. Tentu banyak yang sudah mereka dapatkan karena hampir setahun mereka beroperasi,” jelasnya.

Tiga tersangka Velev Vladimir (44), Stanep Stanco (39), dan Horisov Mitko Venalinovo (43) ditangkap 17 September 2017 lalu.

Tiga tersangka itu tertangkap tangan saat mengambil alat skimming di ATM BRI di depan Villa Ombak. Mereka juga diduga memasang skimming ATM di Batulayar dan Senggigi, Lombok Barat; Gili Meno, Gili Air, dan Pemenang, KLU.

Mereka juga terindikasi membobol data nasabah yang bertransaksi lewat ATM pada 2016 silam. Korbannya didominasi nasabah BRI dengan kerugian nyaris Rp 3 miliar.

Periode Oktober 2016-Januari 2017, alat skimming ditemukan di ATM BRI Jalan Lingkar Selatan, Pagutan, ATM SPBU Pagesangan, ATM MGM Plaza, ATM Kafe Mekar, dan ATM Jessica Homestay di Gili Trawangan.

Modus para pelaku yakni dengan menancapkan kamera mini di kanopi tombol PIN, dan di mulut kartu ATM. Nomor kartu dan PIN yang terekam kemudian dipindahkan ke kartu ATM bodong untuk digunakan menarik uang tanpa sepengetahuan pemilik aslinya. (why)