Pelaksanaan Vaksinasi Tak Dibarengi Ketersediaan Vaksin

H. Fauzan Khalid (Suara NTB/her), Islahudin (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga di sejumlah daerah di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kecewa lantaran tak terlayani vaksinasi akibat dosis vaksin kosong. Kondisi saat ini stok vaksin kosong, sehingga menyebabkan jadwal vaksinasi tak terlaksana karena terpaksa ditunda. Tidak saja di desa, vaksinasi di sejumlah sekolah juga terpaksa ditunda dari jadwal, karena menunggu kesiapan vaksin.

Menyikapi keluhan warga ini, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengatakan kondisi stok vaksin Sinovac kosong. Yang tersedia vaksin jenis AstraZeneca, itupun jumlahnya sekitar 2.000 dosis. Soal komitmen ketersediaan vaksin, itu tergantung pusat. “Provinsi berkomitmen ketersediaan stok vaksin ini, tapi itu tergantung pusat,” terangnya, Jumat, 8 Oktober 2021.

Iklan

Disadari memang kondisi ini tentunya membuat kepala desa capek, dan warga kecewa. Tapi bupati mengharapkan kepala desa bisa menjelaskan ke warga.

Lebih lanjut, kata dia, mekanisme pengajuan vaksinasi ini dari provinsi. Pengusulan dilakukan secara lisan ke provinsi habis, namun itu nanti ada semacam berita acara.

Sementara itu, Kepala Desa Beleke Islahudin mengungkapkan selaku kepala desa dirinya bingung lantaran jadwal vaksinasi yang sudah ada, namun tak dibarengi dengan ketersediaan stok vaksin.

“Seharusnya kalau sudah ada jadwal yang sudah kami diberikan dari pemerintah, sudah ada Ketersediaan vaksin. Ini yang jadi tanda tanya kami, apakah jadwal itu dibuat sebelum vaksin ada atau setelah vaksin itu ada,” tegas dia.

Secara logika berpikir seharusnya, jadwal itu dibuat ke masing-masing desa tentu vaksinnya ada. Yang terjadi justru, ketika jadwal ada dan desa mempersiapkan dengan melakukan sosialisasi serta mobilisasi warga, ternyata vaksin tidak ada. Hal ini harus menjadi bahan evaluasi, baik bagi pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat. Karena bagaimanapun kondisi ini membingungkan di tingkat bawah. “Jadi jadwal kami harus jalanan sesuai jadwal, tapi kenyataan vaksin tidak ada,”tegas dia.

Apalagi kata dia, desa sudah capek melakukan sosialisasi sesuai Perpres, lalu diimbau hingga mobilisasi warga di bawah untuk diajak vaksin. Namun ujung-ujungnya warga tidak dapat divaksin, karena tidak ada vaksin. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional