Pelajar Tiga Kelas di SDN 2 Batunampar Belajar di Bawah Tenda

Aktivitas belajar Siswa SDN 2 Batunampar yang masih dilakukan di tempat darurat. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Aktivitas belajar di  bawah tenda masih banyak berlangsung di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Seperti terlihat di SDN 2 Batunampar, Kecamatan Jerowaru. Sebanyak tiga kelas siswa masih terpaksa belajar di tenda dan tempat darurat lainnya, karena ruang kelas yang rusak akibat gempa belum dibangun.

Penjelasan Kepala Sekolah SDN 2 Jerowaru, Satria kepada Suara NTB Sabtu, 22 Desember 2018, sekolahnya adalah salah satu yang terdampak yang cukup parah saat gempa beberapa waktu lalu. Kondisi rusak berat itu, membuat pihak sekolah terpaksa menghancurkan bangunan sekolah yang rusak sesuai arahan dari dinas.

Iklan

Saat ini para siswa SDN Batunampar ini belajar di bawah tenda karena tidak ada tempat. Aktivitas belajar di bawah tenda yang didirikan sekolah di lapangan sekolah diakui memang tidak layak. Apalagi dalam situasi musim hujan seperti sekarang.

Harapannya bantuan segera datang untuk bisa mempercepat membuat kelas darurat sebelum datangnya bantuan bangunan permanen sekokah tahan gempa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Lalu Suandi yang dikonfirmasi mengakui masih adanya siswa-siswa yang belajar di bawah tenda dan juga tempat-tempat darurat lainnya. Kondisi ini diakuinya cukup memprihatinkan.

Upaya yang dilakukan pemerintah membantu pihak sekolah untuk segera membuat sekolah-sekolah darurat. Pihak Dikbud sendiri sudah mengindentifikasi sekolah-sekolah yang dibangunkan kelas darurat dan sudah dimulai pelaksanaannya.

Termasuklah SDN2 Batunampar. Sekolah  yang berada jauh dari perkotaan ini memang salah satu yang terdampak yang cukup parah akibat gempa. Pemerintah pun sudah memasukkannya dalam daftar sekolah prioritas yang akan mendapatkan bantuan perbaikan dan pembangunan ruang kelas baru untuk para siswa.

Pantuan Suara NTB, aktivitas belajar di bawah tenda ini terlihat sudah tidak lagi konfusif. Hujan yang terus mengguyur sudah pasti akan menyebabkan siswa tidak akan bisa melakukan aktivitas belajar mengajar. Apalagi didirikan di areal yang becek.

Fakta ini juga tidak dibantah Kadis Dikbud. Tenda ini cukup terbatas. Tidak bisa tahan lama. Syukurnya memasuki libur sekolah ini para sekolah bisa menuntaskan pembangunan ruang kelas darurat sebelum benar-benar terealisasi bantuan untuk pembangunan ruang kelas baru. (rus)