Pelajar dan IRT Terciduk Pesta Sabu

Kasatresnarkoba Polresta Mataram Kadek Adi Budi Astawa (kanan) Senin, 17 Februari 2020 menunjukkan barang bukti alat hisap sabu yang disita dari salah satu tempat di Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara, Mataram. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pesta sabu di salah satu rumah di Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara Mataram bubar. Polresta Mataram mengangkut sebanyak 12 orang yang diantaranya satu pelajar dan dua ibu rumah tangga. Mereka positif narkoba.

“Kita masih dalami peran masing-masing,” ungkap Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa Senin, 17 Februari 2020.

Iklan

Penggerebekan itu tidak berjalan mulus. Mereka yang ikut pesta sabu kocar-kacir hendak kabur. Namun pada akhirnya tertelungkup juga di tanah pekuburan karena takut tembakan polisi.

“Sumber sabunya dari beberapa tempat. Belum ada barang bukti. Hanya sisa-sisa alat hisap yang mereka pakai,” terangnya.

Mereka yang diamankan itu antara lain YD (17), Alfin (23), Sam (28), Budi (34), Is (35), Doni (30), Dede (23), Anwar (24), Irvan, Idrus (40), Desi (45), dan Wati (55). Usai diamankan, mereka dites air seninya.

“Semua positif,” ucap Adi.

Sebagian yang diamankan itu merupakan warga setempat. Sebagian lainnya, adalah para penyalahguna yang memang mencari tempat untuk mabuk sabu. Sabu diduga dibeli di salah pengedar di sana.

Penggerebekan itu awalnya demi menangkap BH alias AF yang diduga sebagai pemilik sabu. Buron polisi itu sedang tidak ada di tempat. Hanya barang bukti terkait penyalahgunaan narkoba yang didapat.

Antara lain, tiga alat hisap sabu dari botol bekas, jarum kompor sabu, pipet runcing, dan tiga bundel klip sabu kosong. Wati, Senin, 17 Februari 2020 kemarin mengakui perbuatannya. Namun itu hanya dipakainya sebagai dalih.

Saat penggerebekan, imbuhnya, dia waktu itu sedang mengambil gambar dengan ponselnya. Aksi rekamnya buyar saat polisi datang.  “Saya memang habis makai (sabu),” ucapnya. (why)