Pelabuhan Bangsal akan Jadi Pusat Perayaan Tahun Baru

Mataram (Suara NTB) – Perayaan malam tahun baru pada 31 Desember mendatang di Lombok Utara akan dipusatkan di Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang. Camat Pemenang, H. Ahmad Darma, SH kepada Suara NTB menyampaikan dalam kesempatan tersebut akan ditampilkan kesenian tradisional Lombok Utara, termasuk memamerkan berbagai kerajinan masyarakat Lombok Utara.

“Nanti mulai masuk terminal ada lapak-lapak,” ujarnya.

Dengan dipilihnya Bangsal sebagai lokasi sentral perayaan malam tahun baru, pihaknya ingin menunjukkan bahwa Bangsal itu aman. Karena selama ini kawasan itu sering dianggap tidak aman.

“Dengan kita pusatkan kegiatan tahun baru di Bangsal, maka image (tidak aman) itu akan hilang,” katanya.

Darma menyampaikan baru kali ini Bangsal dipilih untuk pelaksanana tahun baru. Perayaan tahun baru identik dengan pesta dan hura-hura, namun perayaan tahun baru di Lombok Utara akan mengutamakan nuansa agama.

“Konsepnya nuansa agama. Malamnya ada semacam ceramah atau tausiyah oleh Pak Bupati. Terus siangnya hiburan dengan alat tradisional yang ada dan memamerkan produk lokal yang ada di Lombok Utara,” jelasnya.

Dalam pameran ini disiapkan 50 lapak. Pameran produk lokal ini bertujuan untuk memperkenalkannya kepada wisatawan yang singgah di Bangsal sebelum menyeberang ke tiga gili untuk pesta tahun baru. Karena setiap akhir tahun kawasan tiga gili selalu dipadati wisatawan baik asing maupun domestik. Perayaan tahun baru ini akan dilaksanakan selama dua hari, mulai 31 Desember 2016-1 Januari 2017.

Menurut Darma, antusiasme masyarakat cukup tinggi dan meminta rangkaian acara mulai dilaksanakan pada 25 Desember. Sejak saat ini, pihaknya juga telah mulai melakukan berbagai persiapan seperti membersihkan lokasi sentral, koordinasi keamanan, dan lainnya.

Terkait keamanan tiga gili saat pesta tahun baru, Ahmad menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan Polres Lombok Utara.

“Biasanya diundang semua camat dan semua kepala desa untuk mengamankan bagaimana keamanan dalam rangka menyambut tahun baru,” jelasnya.

Wisatawan yang merayakan tahun baru di tiga gili diprediksi mencapai belasan ribu. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB juga berencana melakukan pemeriksaan KTP bagi para pendatang di tiga gili, termasuk para pekerja di sektor pariwisata.

Terkait hal ini, Ahmad mengatakan harus berkoordinasi dulu dengan penguasa wilayah. “Tapi sementara ini surat belum ada. Kalau kita justru menunjukkan situasi keamanan di tiga gili dengan event-event,” tandasnya. (ynt)