Pekerjaan Tak Sesuai Kontrak Picu TKI Ilegal

Mataram (suarantb.com) – Insiden tenggelamnya kapal pengangkut TKI, yang sebagian besarnya asal NTB menjadi PR bagi pemerintah untuk menekan maraknya TKI yang berangkat secara ilegal. Untuk itu, Kepala Desa Selebung, Kecamatan Batu Kliang, Lombok Tengah (Loteng), bersama Front Perjuangan Rakyat dan TKI korban selamat kapal tenggelam, berencana menggelar dengar pendapat bersama DPRD NTB.

Salah seorang warga Desa Pringgarata, Hidayatullah, mengatakan fenomena TKI yang berangkat secara legal, namun sampai di negara tujuan berstatus ilegal kerap terjadi. Hal tersebut dipicu tidak sesuainya pekerjaan yang diterima di negara tujuan. Pekerjaan berdasarkan perjanjian atau kontrak kerja, kerap kali tidak sesuai setelah tiba di negara tujuan.

Iklan

“Ada yang berangkat menggunakan jalur legal, tapi kenyataannya di Malaysia atau beberapa negara, tidak menerima pekerjaan sesuai yang ada di kontrak. Sehingga mereka memutuskannya,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.

Dayat mengatakan, kasus tersebut sering dialami TKI di wilayah Pringgarata. Namun, tidak menutup kemungkinan kasus-kasus tersebut menimpa TKI di daerah lain. Pemutusan kontrak kerja selain tidak sesuainya pekerjaan yang mereka terima, juga banyaknya potongan-potongan dari pihak lain yang terlibat dalam proses pemberangkatan.

“Ketika mereka telah memutuskan kontrak tersebut, mereka kabur dan menjadi TKI gelap. Menghindari razia ke sana, ke mari. Tidak jarang pulang juga melalui jalur ilegal,” jelasnya.
Sementara Kades Selebung, Agus Kusuma Hadi, mengatakan warga desanya banyak yang memilih menjadi TKI karena kebutuhan ekonomi yang sifatnya mendesak. Dari 10.000 warga Selebung, sekitar 1.000 orang menjadi TKI.

“Saya pastikan lebih dari 1.000 warga Desa Selebung menjadi TKI. Padahal Selebung adalah daerah yang subur,” sebutnya.

Hal senada diucapkan oleh Aktivis Komunitas Study Bali – Nusra, Jhony Suryadi. Menurutnya, jika melihat tingkat kesuburan Desa Selebung, tidak ada syarat yang mengharuskan warga Selebung menjadi TKI.

  Calo TKI Masih Berkeliaran di Mataram

“Daerah yang begitu subur dan luas. Sebenarnya tidak ada syarat bagi mereka untuk menjadi TKI. Tapi ini kelemahan aturan terkait penempatan TKI. Hanya mengatur penempatan, dan minim aturan terkait perlindungan dan kesejahteraan sosial mereka,” cetusnya. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here