Pekerja NTB Paling Diminati di Arab Saudi

Basalamah.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pekerja asal NTB menjadi favorit para majikan di Arab Saudi. Kemiripan karakter dan budaya membuat pekerja NTB menjadi nomor satu. Hal ini ditegaskan Ketua DPP Asosiasi Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), A.U. Basalamah saat meluncurkan Job Fair ke Arab Saudi yang diselenggarakan oleh PT. Bursa Usaha Migrant Indonesia (BUMI) Provinsi NTB Rabu, 12 Februari 2020 di Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB.

NTB secara resmi menjadi pilot project pelaksanaan Job Fair ke Arab Saudi melalui sistem satu kanal. Pengiriman pekerja migrant Indonesia (PMI) atau yang sebelumnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melalui PT. BUMI. Bekerja dengan salah satu perusahaan penempatan di Arab Saudi, yaitu Syarikah. Penempatan pekerja ke Arab Saudi menggunakan sistem satu kanal ini dilakukan di tengah berlakunya moratorium pengiriman pekerja ke Timur Tengah.

Iklan

Untuk satu semester ujicoba pengiriman satu kanal ini, direncanakan akan menempatkan 9.000 pekerja asal Indonesia. “Kita harapkan, 70 persennya diisi oleh NTB.  Karena jujur, orang-orang di Saudi Arabia paling cocok dengan pekerja NTB. Karena banyak hal, adat istiadat yang dipakai anak-anak kita di NTB ini ketemu dengan apa yang dilakukan pengguna jasa (majikan) di sana,” kata Basalamah.

Dalam kesempatan ini, hadir Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB, Dr. Muh. Agus Patria, SH, MH, Ketua DPD Apjati Provinsi NTB, H. Muhammadun, Dinas Nakertrans kabupaten/kota, serta calon PMI yang umumnya perempuan. Basalamah mengatakan, harapan besar Apjati agar sebagian besar kuota ini diisi oleh calon-calon pekerja asal NTB, menyusul kekurangannya diisi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Tapi kita lihat nanti. Kita lihat perkembangan karena ada syarikah-syarikah baru yang ingin memberikan job order kepada kita. Kita usahakan 9 ribu ini sudah terpenuhi sebelum puasa tahun ini,” katanya.

Dengan pengiriman satu kanal, yang kemudian dikelola oleh syarikah di Arab Saudi, majikannya bukan lagi pemilik rumah. Melainkan syariah. Sehingga syarikah bertanggungjawab penuh selama masa kontrak dan dijamin keamanan para pekerja.

Gaji saat ini dibanding sebelum-sebelumnya yang hanya 600 sampai 700 real, naik menjadi 1.500 real sebulan. Sekitar 400 US$ atau setara dengan Rp5,2 juta perbulan. Dua tahun sebelum masa kontrak, diberikan bonus umrah. Asuransi juga dijamin selama masa kontrak hingga kembali ke tanah air.

Sementara, Kepala Dinas Nakertran Provinsi NTB, Dr. Agus Patria, SH, MH menyampaikan permintaan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah agar pengiriman pekerja ke Arab Saudi dengan satu kanal ini mengendepankan ketentuan dan syarat yang berlaku. Kepala daerah tak ingin lagi mendengar adanya kisah-kisah penganiayaan menimpa pekerja di luar negeri. (bul)