Pekerja di Mataram Mulai Cemas Soal THR

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah pekerja menyuarakan kekhawatirannya soal pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang akan mereka terima tahun ini. Kekhawatiran ini mencuat menyusul banyaknya perusahaan yang sedang melakukan penghematan demi menyehatkan keuangan mereka.

Salah seorang pekerja yang dikonfirmasi wartawan, Rabu, 14 Juni 2017, mengemukakan bahwa saat ini dirinya dan sejumlah rekannya di kantor belum mendapatkan kepastian menyangkut THR. “Kita belum ada kabar ini soal THR. Apa mau dapat atau ndak dapat sekarang ini,” ujar pekerja yang menolak diungkapkan identitasnya ini.

Iklan

Mawar (bukan nama sebenarnya), juga merasakan kegundahan yang sama. Ia khawatir, THR yang menjadi haknya tidak dibayarkan oleh pemilik usaha tempat ia bekerja. Karyawan sebuah toko elektronik ini juga mengaku tidak ada kabar dan kejelasan menyangkut kapan THR mereka akan dibayarkan.

Sementara, untuk mengkomunikasikan ini kepada bos tempatnya bekerja, ia mengaku khawatir akan masa depannya di tempat bekerja ini. “Sekarang kan nyari pekerjaan sulit mas. Ya terpaksa kita berharap dalam hati aja sambil berdoa,” ujarnya dengan senyum tertahan.

Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm, yang dikonfirmasi terkait persoalan ini menilai, saat ini situasi ekonomi di Indonesia memang sedang sulit. Kenaikan tarif listrik yang diikuti dengan sejumlah kebijakan tidak pro pengentasan kemiskinan, membuat iklim dunia usaha juga ikut terimbas.

“Akhirnya, para pelaku usaha, baik yang besar maupun kecil tentu melakukan penyesuaian. Mereka tidak mau rugi. Ada neraca keuangan yang harus mereka seimbangkan. Dan kalau pemilik usahanya nakal, mereka akan melakukannya dengan menahan kewajiban perusahaan seperti THR ini,” ujarnya.

Mori mengaku saat ini dibutuhkan mekanisme kontrol yang bisa memastikan karyawan bisa melaporkan persoalan semacam ini tanpa dihantui kekhawatiran menyangkut masa depan mereka di perusahaan. Untuk itulah, menurutnya sejumlah terobosan oleh pemerintah memang penting untuk dilakukan. (aan)