Pekerja Berkompetensi di Luar Negeri Tidak Terdata

H. Muhammad Ikhsan Safitri. (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. M. Ikhsan Safitri menyebutkan, pihaknya tidak memiliki data terkait tenaga berkompetensi yang bekerja di luar negeri. Mengingat pekerja berkompetensi tersebut, pengurusannya tidak melalui Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP).

 “Tenaga skill yang berangkat ke luar negeri itu tidak ada yang terdata di kita. Yang terdata di kita hanya PMI yang bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) kebanyakan, pekerja domestic,” ujarnya.

Iklan

Pekerja berkompetensi tersebut, jelasnya, rata-rata berhubungan dengan pihak pengguna. Sehingga  tidak terdata melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). “Mereka mungkin langsung connect dengan perusahaan-perusahaan yang di sana, atau melalui perusahaan perwakilan yang ada di sini. Tetapi tidak melalui LTSP. Sehingga kita tidak punya data terkait dengan itu,” ungkapnya.

Terkait pelayanan CPMI ataupun PMI, kata H. Ikhsan,  masih terus berjalan. Hanya ada beberapa yang tidak membuka  pelayanan karena dampak pandemi covid-19. Negara yang tetap buka seperti Asia Pasifik tetapi protokol kesehatannya sangat ketat. Karenanya, pihaknya mengimbau kepada para pencari kerja agar dapat mempersiapkan keberangkatannya. Tidak hanya dokumennya lengkap, tetapi yang paling penting adalah kesiapan mental untuk bekerja ke luar negeri. “Ini sangat penting, karena bekerja di luar negeri itu berbeda kultur, budaya dengan kita di Indonesia. Ini yang barangkali perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya,” imbaunya.

Pihaknya juga mengimbau para pencari kerja agar tetap berkoordinasi dengan Disnakertrans agar mendapatkan informasi terbaru. Karena kebijakan di masing-masing negara cepat berubah melihat kondisi terkini. Terkadang banyak ditemukan kasus covid-19, kemudian bisa tutup pelayanan seketika. Di sisi lain, pihaknya  juga berharap agar pencari kerja tidak menggunakan jalur non procedural. Karena kebanyakan yang bermasalah  guna mengantisipasi terjadinya permasalahan di kemudian hari. “Harapan kita agar berangkat secara prosedural. Karena yang bermasalah itu kebanyakan yang berangkat non prosedural,” pungkasnya. (ind)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional