Pekan Keempat, Razia Masker di Mataram Jaring Ratusan Pelanggar

Pelaksanaan Razia masker di Kota Mataram. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Jumlah pelanggar protokol kesehatan penggunaan masker yang terjaring razia di Kota Mataram masih fluktuatif. Padahal, program razia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) tersebut telah memasuki minggu keempat.

Kabid Tibumtranlinmas Satpol PP Kota Mataram, M. Israk Tantawi Jauhari, menerangkan selama tiga minggu melakukan razia pihaknya belum dapat memprediksi angka pelanggaran yang terjadi.

Iklan

“Kadang turun dan kadang nambah, tergantung lokasi (razia) barangkali,” ujarnya kepada Suara NTB, Senin, 5 Oktober 2020. Diterangkan, selama razia masker berlangsung di Kota Mataram jumlah pelanggar terbanyak mencapai 27 orang per hari dan paling sedikit tiga orang per hari.

“Razia di pinggiran kota yang ramai (pelanggaran). Kalau di tengah kota sedikit. Misalnya di (Taman) Sangkareang cuma tiga orang pelanggar, Pajang enam orang, dan depan Rumah Sakit Risa enam orang,” jelas Aank, sapaan akrabnya.

Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan pelanggar yang terjaring di razia yang digelar di pinggiran kota. Dicontohkan seperti di Pasar Mandalika di mana pihaknya menjaring hingga 27 orang pelanggar. Menurutnya, pelanggar tersebut antara lain juga berasal dari luar Kota Mataram.

“Sebagian warga luar, tapi banyak juga warga Kota Mataram. Sekitar 20-30 persen itu memang warga luar kota,” ujarnya.

Di sisi lain, sejak dilakuan razia masker tersebut Satpol PP Kota Mataram telah menjaring hingga 198 orang pelanggar. Di mana 70 orang bersedia membayar denda administratif dan 128 memilih menjalani sanksi sosial.

Denda administratif yang terkumpul sendiri mencapapi Rp7.260.000. Rinciannya, tiga orang ASN yang terjaring membayar denda administratif dengan total Rp600 ribu dan 67 orang warga biasa dengan total denda Rp6.660.000.

Terpisah, Plt. Kasatpol PP Kota Mataram, Lalu Martawang, menerangkan program razia tersebut akan terus dilakuan sampai pandemi Covid-19 menunjukkan pelandaian jumlah kasus. Mengingat razia yang dilakukan merupakan bagian dari edukasi masyarakat.

“Pol PP Kota Mataram sendiri tiga kali sehari. Bayangkan, sudah seperti orang minum obat. Pagi bersama Pol PP Provinsi, siang hari mereka (secara mandiri) melaksanakan razia, malam hari patroli gabungan juga keliling,” ujar Martawang, Senin, 5 Oktober 2020.

Terkait jumlah pelanggar protokol kesehatan yang masih fluktuatif, dirinya berharap dengan razia yang terus dilakukan masyarakat dapat berperan aktif mengentaskan kasus Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Ikhtiar pemerintah betul-betul berada pada titik di mana harapan dukungan kebersamaan kita bersama masyarakat itulah penentu keberhasilannya. kita berhadapan dengan sesuatu yang belum ditemukan vaksinya. Maka vaksin terbaik hari ini adalah pakai masker,” tandasnya. (bay)