Pekan Ini, TNI Tarik 2.670 Pasukan dari NTB

Panglima Kogasgabpad PDB Gempa NTB, Madsuni (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Mulai pekan ini, Markas Besar (Mabes) TNI akan menarik 2.670 pasukan yang ditugaskan di NTB. Penarikan personel TNI yang sebelumnya membantu Pemda dalam penanganan bencana gempa bumi mulai akhir Juli itu, karena tugas mereka sudah selesai.

‘’2.670 pasukan akan ditarik. Tugas sudah selesai. Tanggal 7 November besok ditarik secara bertahap. Nanti tanggal 20 November terakhir,’’  kata Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Penanganan Darurat Bencana (PDB) Gempa NTB, Mayjen TNI Madsuni di Kantor Gubernur, Minggu, 4 November 2018.

Iklan

Dalam rapat membahas percepatan pembangunan rumah korban gempa yang dipimpin Wakil Presiden RI, H. M. Jusuf Kalla, juga dibicarakan soal penarikan personel TNI tersebut. Karena sekarang sudah masuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, pembangunan diserahkan ke Kementerian PUPR dan masyarakat.

‘’Alat berat semuanya ditarik sekitar 95 unit seperti ekskavator. Posko di Bandara Selaparang  sudah ndak ada lagi,’’ katanya.

Apakah Pemda sudah siap tanpa bantuan TNI? Panglima mengatakan bahwa memang Pemda belum siap. Namun karena sekarang sudah masuk masa rekonstruksi, yang membutuhkan waktu cukup lama maka diserahkan ke Kementerian PUPR dan masyarakat. Diharapkan masyarakat membangun dengan gotong royong.

‘’Tugas pokok kita sudah selesai, pembongkaran-pembongkaran rumah, fasilitas umum dan sosial sudah selesai semua. Tinggal bangun semua,’’ tandasnya.

Selama menjalankan operasi di NTB, TNI menerjunkan 3.197 pasukan. Sekarang mereka akan ditarik secara bertahap. Mulai pekan ini seluruh alat-alat berat akan diangkut menggunakan kapal perang lewat Pelabuhan Carik dan Pelabuhan Lembar. (nas)