Pejabat Terima Honor Pemakaman Jenazah Penderita Covid-19, Waspadai Modus Penggunaan Anggaran Tak Bisa Dipertanggungjawabkan

H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – NTB mewaspadai modus operandi penggunaan anggaran penanganan Covid-19 yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara moral dan akuntabel. Hal ini menyusul adanya pejabat dan kepala daerah di Jember yang diduga menerima honor dari pemakaman penderita Covid-19 meninggal dunia.

‘’Sudah saya imbau (kabupaten/kota), dalam situasi seperti ini kita mencermati modus-modus operandi penggunaan uang pada hal-hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara moral daatau akuntabilitas,’’ kata Wakil Ketua Satgas Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 30 Agustus 2021.

Iklan

Gita menjelaskan di Pemprov NTB, tidak ada item anggaran penanganan Covid-19 yang diperuntukkan membayar honor tim pemakaman jenazah pasien Covid-19 meninggal dunia. Karena pemakaman jenazah tugasnya Pemda kabupaten/kota.

Ia berharap apa yang terjadi di Jember, tidak terjadi di kabupaten/kota yang ada di NTB. Ia mengatakan adanya pejabat yang mendapatkan honor dari kegiatan pemakaman jenazah pasien Covid-19 seperti di Jember, sangat tidak baik secara moral.

Seharusnya, kata Sekda NTB ini, petugas pemulasaraan dan pemakaman jenazah yang mendapatkan honor. Karena mereka yang terlibat secara langsung dalam penanganan pemakaman pasien Covid-19 meninggal dunia.

“Apakah Bupati/Walikota terlibat langsung dalam menggali kubur? Kan ndak. Mungkin pengangkut jenazah, memandikan jenazah, itu ada petugasnya yang kompeten. Karena kompetensinya, wajar dapat honor atas pekerjaannya,” katanya. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional