Pejabat Lobar dan Manajer Metzo Diperiksa Soal Kasus Striptis

Penyidik Polda NTB menyegel ruangan kamar karaoke Metzo Club Lombok, pekan lalu yang merupakan TKP kasus pornoaksi tarian bugil. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kepala DPMPTSP Lombok Barat H. Subandi diperiksa penyidik Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB Jumat, 14 Februari 2020. Pemeriksaan terkait izin operasional Metzo Cafe yang merupakan TKP kasus tarian bugil. Manajer Metzo Club Lombok Ayatullah juga diperiksa di ruang terpisah.

Pemeriksaan Ayatullah selesai sekira pukul 16.00 Wita. Subandi lebih dulu disilakan pulang karena materi pemeriksaannya lebih sedikit. Hanya soal izin. Hal itu terkait dengan locus delicti atau tempat kejadian.

Iklan

“Kita mau melihat dengan pasti tentang izin operasional,” beber Kasubdit IV Remaja Anak Wanita Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujewati, dikonfirmasi di usai pemeriksaan.

Subandi diperiksa untuk menguji jenis usaha Metzo Club. Yang mana sebelumnya, tiga tersangka kasus pornografi diamankan dengan dugaan menyediakan layanan tarian bugil. “Yang dari Pemda soal izin usaha hiburan (Metzo),” terangnya.

Sementara pemeriksaan Ayatullah berkaitan dengan operasional klab malam di Jalan Raya Senggigi, Batulayar, Lombok Barat tersebut. Termasuk apakah layanan tarian bugil bagian dari layanan hiburan malam.

“TKP-nya kan Metzo. Kita pastikan izin perusahaannya. Izin operasional,” sebut Pujewati.

Sebelumnya diberitakan, tiga orang ditangkap Polda NTB Rabu, 5 Februari 2020 lalu karena diduga terlibat pornoaksi dengan menyediakan tarian bugil di kamar karaoke Metzo Club Lombok.

Tersangka DA (43), seorang pria asal Cilegon, Banten, berperan menawarkan paket tarian bugil.

Tersangka lainnya yakni para penari bugil itu sendiri, YM (35) dan SM (23), dua wanita masing-masing asal Cilegon dan Serang, Banten. Tersangka DA menjual paket tarian bugil YM dan SM seharga Rp3 juta.

Barang buktinya, uang tunai Rp6,4 juta, dua setel pakaian dalam wanita, nota pembayaran, empat ponsel, dan bukti transfer antarrekening. (why)