Pejabat Baru Dimutasi Kembali Digeser

TGH. Mujiburrahman. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pengambilan sumpah jabatan pejabat eselon IV di Lingkup Pemkot Mataram terlihat berbeda. Pasalnya, pejabat belum genap sebulan dimutasi kembali digeser. Pergeseran itu dalihnya demi kepentingan pelayanan masyarakat.

Pejabat kembali dilantik itu adalah H. Gunawan. Sebelumnya, Gunawan digeser dari jabatannya sebagai Kasubag di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan menjadi Kepala Seksi di Dinas Pemadam Kebakaran. Belum genap sebulan, ia kembali dilantik sebagai Lurah Tanjung Karang menggantikan posisi Rusmaladi yang digeser sebagai Kepala Seksi Pengendalian Obat pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mataram.

Iklan

Selain adanya pergeseran, satu pejabat lainnya terkena demosi. Yakni, Lurah Karang Baru Masrun turun jabatan menjadi kepala seksi di kelurahan. Artinya, jabatan sebelumnya eselon IVA turun menjadi IVB. Posisi ditinggalkan Masrun digantikan oleh Bilyadi Idul Islam yang sebelumnya menjabat sebagai Lurah Kekalik Jaya. Pejabat lainnya adalah Lurah Mataram Barat Sri Sulistiawati bertukar posisi dengan Desi Wulandari sebelumnya dilantik sebagai Lurah Mataram Timur. Kepala Seksi Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dwi Cahyono dilantik sebagai Lurah Pagutan Timur menggantikan posisi Irfan Syafindra yang telah dilantik sebagai Camat Cakranegara.

Wakil Walikota Mataram, TGH. Mujiburrahman dalam sambutannya berpesan, pejabat yang telah dilantik supaya mengemban amanah dengan penuh semangat untuk kemaslahatan masyarakat di Kota Mataram. Para pejabat diminta berpikir positif dan jernih. Pelantikan ini dinilai sebagai yang terbaik khususnya menerima penugasan baru dari kepala daerah. “Kita harus positif thinking. Ini adalah amanah,” kata Mujib.

Menurutnya, menjadi aparatur sipil negara memiliki tanggungjawab tidak saja di dunia, tetapi di akhirat. Karena itu, ia meminta pejabat menjalankan amanah penuh tanggungjawab.

Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan, juga Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito menegaskan, pejabat sebelumnya dimutasi tetapi kembali dilantik tidak menjadi persoalan. Hal itu dilakukan untuk kepentingan birokrasi. Apalagi dalih Sekda, pandemi coronavirus disease atau Covid-19 membutuhkan pejabat bekerja membantu menekan penularan virus. “Kan banyak juga jabatan lurah yang kosong. Itulah kita isi,” ucapnya.

Sekda berdalih, tidak ada kepentingan apapun pada mutasi ketiga di masa kepemimpinan H. Mohan Roliskana dan TGH. Mujiburrahman. Kebijakan itu murni untuk pengisian jabatan kosong. “Mutasi pertama itu kan terlalu banyak. Yah, namanya manusia ada saja yang terlewat. Makanya ini kita isi,” demikian kata dia. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional