Pegiat Industri Kreatif Dorong Pesta Panen Kopi Tambora untuk Agrowisata

Dompu (Suara NTB) –  Festival Pesona Tambora (FPT) yang menjadi event tahunan untuk promosi pariwisata Kabupaten Dompu dan NTB khususnya masih bersifat seremonial. Pegiat industri kreatif Dompu mendorong tumbuh kembangnya industri kreatif khususnya daerah lereng Tambora melalui pesta panen kopi. Event yang dilaksanakan oleh petani kopi ini diharapkan menjadi promosi untuk tumbuh kembang agrowisata di lereng gunung Tambora.

Iklan
Suasana diskusi terbatas pariwisata Dompu oleh komunitas Ekonomi Kreatif Dompu, Sabtu, 22 April 2017 malam.

Pariwisata dapat memberikan kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya karena memiliki efek ganda, termasuk di antaranya tumbuh kembangnya ekonomi kreatif yang menguntungkan masyarakat sekitar. Event festival Tambora yang sudah berlangsung tiga tahun sejak 2015 lalu, masih terkesan hanya sebagai acara seremoni yang tidak banyak melibatkan masyarakat sekitar. Padahal anggaran miliaran habis untuk event ini yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan Kabupaten.

Untuk menumbuhkembangkan ekonomi kreatif, komunitas pegiat industri kreatif Dompu mendorong pelaksanaan pesta panen kopi Tambora di lereng gunung Tambora pada masa panen raya kopi, Juni 2017 mendatang. Event yang akan dilaksanakan sendiri oleh petani kopi Tambora ini diharapkan menjadi ajang promosi dan edukasi tentang kopi. “Saya sudah memulai mengkomunikasikan dengan petani kopi Tambora dan mereka siap melaksanakan,” kata Ory Muhdar, pemilik brand Ory Kopi Tambora dalam diskusi terbatas pariwisata Dompu di Home Stay Muroyuki Selaparang, Sabtu, 22 April 2017 malam.

Event ini diharapkan menjadi event rakyat yang dilaksanakan setiap masa panen kopi dan diharapkan mendapat suport dari pemerintah. Para petani bisa mensimulasikan proses perawatan kopi hingga masa panen dan pengolahan kopi hingga bisa dinikmati pecinta kopi. “Ketika ini bisa dilaksanakan, ini akan menjadi daya tarik bagi para pendaki gunung Tambora yang biasa puncaknya pada Agustus – Oktober. Ini akan menjadi peluang tumbuh kembangnya agrowisata,” terangnya.

Ari Priono, pemilik brand vanbredo Tambora Coffee Dompu mengatakan, kopi Tambora rata – rata jenis robusta, tapi memiliki cita rasa yang khas dibandingkan kopi daerah lain. Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Triawan Munaf bahkan cukup terkesan dengan kopi Tambora yang disuguhkan saat menghadiri puncak Festival Pesona Tambora (FPT), 11 April 2017 lalu. “Kepala Badan Ekonomi Kreatif bahkan beberapa kali mengungkapkan kopi Tambora yang nikmat dan itu bisa dikembangkan,” kata Ari Priono.

Pesta kopi Tambora yang didorong untuk dilaksanakan petani kopi di Kecamatan Pekat lereng gungun Tambora, kata Arif, bagian dari upaya mensosialisasikan kopi kepada masyarakat luas dan pembinaan secara tidak langsung bagi petani kopi. Sehingga kopi yang dihasilkan bermutu dan secara otomatis akan meningkatkan nilai tambah. “Ketika kopi yang dihasilkan berkualitas, secara otomatif akan memberikan nilai tambah,” jelasnya.

Edyson HD, pada kesempatan yang sama, mengungkapkan, untuk melaksanakan event kegiatan tidak harus dilaksanakan oleh pemerintah. Pihak swasta sebagai pelaku usaha justru harus terlibat aktif untuk melaksanakan kegiatan, karena pada akhirnya akan berimbas pada usahanya. “Kalau kita menunggu semuanya dari pemerintah, itu tidak akan pernah bisa berhasil. Tapi sesekali kalangan swasta dan pelaku bisnis bisa lakukan, itu pasti akan didukung pemerintah bila dikomunikasikan dengan baik,” katanya.

H. Abdul Muis, pemilik home Stay Muroyuki juga menambahkan, brand kopi Tambora sudah mulai dikenal. Beberapa coffee shop juga sudah memasukan kopi Tambora dalam satu menu kopi yang disajikan, bahkan di kalangan nasional juga sudah semakin dikenal dengan kehadiran Badan Ekonomi Kreatif beberapa waktu lalu. Ia pun cukup tertarik untuk mengembangkan kopi Tambora dalam coffee shop miliknya. (ula/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here