Pegawai Terkonfirmasi Positif, Pelayanan di BPKD Ditutup

Nampak kantor BPKD Sumbawa Barat yang ditutup hingga tanggal 26 Januari 2021 setelah pegawainya terkonfirmasi positif.(SuaraNTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Sumbawa Barat, menutup pelayanan langsung di kantor sampai dengan tanggal 26 Januari mendatang pasca dua orang pegawainya terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Kebijakan untuk menutup pelayanan juga dilakukan lantaran hampir 78 persen pegawai yang berdinas di kantor tersebut masuk kedalam orang yang berisiko tinggi sehingga dikhawatirkan akan memperburuk keadaan.

“Memang kita sudah tutup pelayanan di kantor mulai hari ini (kemarin, red) setelah dua orang pegawai kami terkonfirmasi positif virus corona. Kami juga masih menunggu informasi lebih lanjut karena kabarnya ada tiga orang lagi pegawai kami yang positif virus tersebut,” ungkap Kepala BPKD Nurdin Rahman SE, kepada Suara NTB, Selasa, 19 Januari 2021. Apalagi dari tiga orang itu, ada satu orang yang terdeteksi virusnya sudah mulai menyebar.

Iklan

Sementara juru bicara gugus tugas Covid-19, H. Tuwuh S. AP,  membenarkan adanya informasi terkait pegawai di Dinas tersebut yang terkonfirmasi positif virus corona. Bahkan saat dilakukan test cepat ada tujuh orang yang dinyatakan reaktif. Dari jumlah tersebut dua orang diantaranya sudah keluar hasil tesnya dan dinyatakan positif dan tiga orangnya dikabarkan juga positif covid meski saat ini rilis resminya belum diterima. Sembari menunggu, pihaknya juga sudah mulai melakukan pelacakan kontak untuk menekan penyebaran virus tersebut. ” Baru dua orang yang dinyatakan postif dan sisanya informasinya juga positif makanya kami meminta agar BPKD menutup pelayanan di kantor terlebih dahulu untuk menekan penyebaran virus tersebut,” ungkapnya.

Keputusan untuk menutup pelayanan juga dilakukan karena dari 47 orang yang di asesmen, 37 orang diantaranya beresiko tinggi. Sesuai dengan pedoman, jika 70 persen pegawai di salah satu kantor yang memiliki resiko besar terpapar Covid, maka tidak boleh melakukan aktifitas di kantor. Sementara di BPKD sudah lebih dari 70 persen sehingga harus ditutup. Untuk dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus menekan terjadinya penyebaran virus tersebut. Dirinya berharap kepada masyarakat yang sempat kontak untuk segera melaporkan diri agar bisa dilakukan penanganan penanganan lebih lanjut. Kesadaran untuk melapor sangat penting untuk menekan penyebaran Covid-19 sehingga tidak ada penambahan kasus baru. “Penutupan pelayanan di kantor sudah sesuai petunjuk pelaksanaan dan kami berharap bagi yang sempat kontak dengan pegawai yang terpapar untuk segera melapor untuk penanganan lebih lanjut,” tukasnya. (ils)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional