Pegawai Dikes Kota Mataram Kembali Bekerja dari Rumah

Kantor Dinas Kesehatan di Jalan Dr.Soedjono Lingkar Selatan. Setelah Kadis Kesehatan H. Usman Hadi diumumkan positif terkonfirmasi positif Covid-19 pada Kamis, 21 Januari 2021, staf Dikes kembali bekerja dari rumah atau WFH. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pegawai di Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram kembali work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. Kebijakan ini setelah Kepala Dinas Kesehatan, dr. H. Usman Hadi diumumkan terkonfimasi positif Covid-19.

Asisten III Setda Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia menjelaskan, bertambahnya jumlah pejabat di Lingkup Pemkot Mataram akan kembali diberlakukan pembatasan jumlah pegawai bekerja di kantor. Hal ini berdasarkan surat edaran Walikota Mataram Nomor 443/442/ORG/IX/2020 perubahan atas surat edaran Walikota Mataram Nomor 443/308/VI/2020 tentang petunjuk pelaksanaan penyusunan sistem kerja ASN menuju tatanan normal baru. Pengaturan jam kerja pegawai diserahkan sepenuhnya ke pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyelesaikan tugas kedinasan di kantor maupun di rumah berdasarkan data zonasi risiko. “Kita atur lagi seperti surat edaran Walikota itu,” kata Evi ditemui Senin, 25 Januari 2021.

Iklan

Khusus di Dinas Kesehatan mulai hari ini (kemarin, red) sampai Senin pekan depan diberlakukan pembatasan jam kerja. Pembatasan jam kerja dikarenakan Kepala Dinas Kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga, 75 persen pegawai bekerja dari rumah atau WFH dan 25 persen lainnya bekerja di kantor. Tujuannya menghindari penularan virus corona. “Mulai hari ini sampai Senin pekan depan khusus pegawai di Dikes WFH dulu,” terangnya.

Kebijakan pembatasan pelayanan di OPD kata Evi,menjadi kewenangan dari OPD teknis. Seperti di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) pengurus atau pelayanan kepegawaian melalui daring atau aplikasi. Kebijakan itu dimaksudkan agar menghindari kontak langsung antara pegawai dengan orang lain yang berpotensi terjadinya penularan virus. “Pelayanan tetap tergantung dari masing – masing OPD. Tapi kalau bisa online malah lebih bagus,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan drg. Dianita Rahmi membenarkan bahwa staf di Dikes mulai hari ini diberlakukan bekerja dari rumah atau WFH. Proporsi pembagiannya adalah 75 persen karyawan bekerja di rumah dan 25 persen bekerja di kantor. Pengaturan jam kerja ASN tujuannya meminimalisir potensi penularan virus corona. “Iya, mulai hari ini kita WFH,” tambahnya.

Setelah mengetahui Kadis Kesehatan, H. Usman Hadi diumumkan positif terkonfirmasi positif Covid-19 pada Kamis, 21 Januari 2021 sambungnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh ruangan. Dianita memastikan, pengaturan jam kerja ASN dipastikan tidak akan mengganggu program di dinas. “Insya Allah ndak akan terganggu. Lagi pula semua program rutin saja kita kerjakan,” demikian kata dia. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional