Peduli Rohingya, Ibu-ibu di Kota Bima Gelar Bazar

Massa dari PW HIMA Persis Jabar berunjuk rasa di kawasan jalan Merdeka terkait terkait kasus kemanusiaan terhadap etnis Rohingya, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/11). Dalam aksinya mereka mengutuk keras genosida yang dilakukan Pemerintah Junta Militer Myanmar terhadap etnis Rohingya di negara bagian Arakan (Rakhine) Myanmar dan meminta agar pemerintah memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Myanmar. ANTARA FOTO/Agus Bebeng/foc/16.

Kota Bima (Suara NTB) – Untuk membantu dan meringankan beban penderitaan warga Rohingya. Sejumlah Ibu-ibu yang menamakan dirinya “Muslimah Peduli Rohingya” menggelar Bazar murah, di depan Paruga Covention Hall, Kota Bima, Kamis, 24 November 2016.

Pantauan Suara NTB, dalam bazar tersebut barang yang dijual adalah, pakaian, sepatu, buku, Majalah, boneka, baik yang baru maupun bekas. Yang mulai dibuka pukul 16.00 wita hingga sebelum waktu magrib.

Iklan

“Acara bazar ini mulai digelar pada Rabu (23/11) hingga waktu yang belum ditentukan,” kata Yuyun, seorang ibu, warga Kota Bima yang ikut dalam bazar itu kepada Suara NTB, Kamis, 24 November 2016.

Dia menjelaskan, kegiatan itu sebagai bentuk partisipasi dalam rangka memberikan dukungan moril dan material terhadap umat islam Rohingya. Seperti telah diketahui dalam pemberitaan media massa nasional. Mereka dibantai dan diusir dari wilayahnya oleh militer Myanmar.

“Sebagai dukungan dan sumbangsih membantu saudara-saudara yang ada di Rohingya,” katanya.

Menurut dia, barang-barang yang dijual dalam bazar, semuanya dibawah standar (murah). Misalnya harga baju yang biasa dijual di toko Rp 300 ribu. Namun di acara itu dijual dengan harga Rp 100 ribu.

“Alhamdulillah, hari pertama saja dibuka menghasilkan Rp 13 juta. Sedangkan untuk hari kedua ini belum dihitung,” ucapnya.

Dia mengaku, minat atau animo masyarakat sangat besar. Bahkan masyarakat lanjutnya, tidak hanya datang membeli. Namun juga memberikan sumbangan berupa uang dan dalam bentuk barang.

Selain masyarakat umum. Anak-anak SD juga memberikan sumbangsih. Mereka memberikan bantuan berupa buku baru hingga uang mulai dari Rp 2.000 sampai Rp10.000 perorang.

“Mereka yang datang tidak hanya warga Kota tapi sebagian besar dari wilayah Kabupaten Bima,” tuturnya.

Dari hasil bazar itu akan diserahkan kepada salahsatu lembaga kemanusiaan terpecaya yang memiliki akses dan jaringan langsung di Rohingya, untuk dimanfatkan sesuai peruntukkan.

“Mudah-mudahan bantuan ini kelak bisa meringankan penderitaan mereka. Kami berharap juga masyarakat mendoakan warga Rohingya agar bebas dari tindakan diskriminasi militer Myanmar,” harapnya (uki)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional