Pedagang Tolak Rencana Penembokan Pasar Renteng

Perwakilan pedagang pemegang SHM pasar Renteng,TGH. Zainul Huda saat menyampaikan orasinya menolak penembokan pasar Renteng di kantor Bupati Loteng, Kamis, 2 September 2021.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Puluhan pedagang yang tergabung dalam Aliansi Pedagang SHM Pasar Renteng Praya, Kamis, 2 September 2021, menggelar aksi demontrasi di kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng). Mereka menyerukan penolakan atas rencana penembokan pasar Renteng oleh Pemkab Loteng, karena bakal mematikan usaha sekitar 40 pedagang yang sudah memegang SHM (sertifikat hak milik).

Para pedagang mendesak Pemkab Loteng membatalkan proyek penembokan pasar yang kini sudah mulai tahap penggalian lahan tersebut. Datang sekitar pukul 10.00 wita, para pedagang langsung menggelar orasi di depan kantor Bupati Loteng, di bawah pengawal ketat aparat kepolisian dan Satuan Pol PP. Mereka  meminta bertemu langsung dengan Bupati atau Wabup Loteng.

Iklan

Namun hingga satu jam lamanya menggelar orasi, keinginan para pedagang tak kunjung terwujud. Meski demikian para pedagang tetap menolak tawaran untuk bertemu pejabat lainnya, karena ngotot hanya mau bertemu Bupati atau Wabup Loteng. “Kami minta bertemu langsung dengan Bupati atau Wabup Loteng. Supaya apa yang menjadi keinginan para pedagang bisa didengarkan langsung,” sebut TGH. Zainul Huda, perwakilan pedagang.

Lantaran tak kunjung bertemu Bupati Loteng, para pedagang menyatakan mosi tidak percaya kepada Bupati dan Wabup Loteng. “Dulu (saat Pilkada Loteng) kami menyatakan dukungan kepada Bupati dan Wabup sekarang ini tanpa syarat. Tapi sekarang untuk bertemu dengan kami saja, tidak mau,” ujarnya.

Koordinasi aksi, Lalu Iqro’ Hafiddin menegaskan, sebelumnya pemerintah daerah bersepakatan bahkan berjanji akan mendiskusikan rencana penembokan pasar Renteng dengan para pedagang. Khususnya pedagang pasar Renteng pemegang SHM yang bakal terkena dampak proyek. Akan tetapi sampai berbulan-bulan persoalan mencuat, pedagang tidak pernah dipanggil apalagi diajak berdiskusi. Tetapi tiba-tiba saja, beberapa hari yang lalu proyek penembokan pasar Renteng sudah dimulai.

“Ini kan sama saja pemerintah daerah khianat atas kesepakatan dengan para pegadang untuk mendiskusikan rencana penembokan pasar Renteng terlebih dahulu,” terangnya. Pihaknya pun menegaskan akan terus melakukan perlawanan jika pemerintah daerah tetap ngotot untuk menjalankan rencana penembokan pasar Renteng.

Setelah lelah menunggu sekitar satu jam lebih, Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., akhirnya datang ke kantor dan langsung menemui perwakilan pedagang bertempat di ruang rapat Bupati Loteng. Di hadapan para perwakilan pedagang, Bupati menegaskan pemerintah daerah tengah mencarikan jalan keluar terhadap persoalan tersebut.

Di mana proyek penembokan tetap akan berjalan, karena pemerintah daerah juga harus mengamankan anggaran pusat termasuk aset-aset daerah yang ada di pasar Renteng tanpa merugikan para pedagang lainnya. “Nanti desain tembok akan coba direvisi kembali. Supaya kepentingan pemerintah untuk mengamankan aset tetap berjalan. Pedagang yang terkena dampak penembokan juga tidak dirugikan,” terangnya.

Di tempat yang sama, Sekda Loteng, Lalu Firman Wijaya, S.T.M.T., menambahkan penembokan pasar Renteng dilakukan bukan hanya untuk kepentingan menjaga aset pemerintah daerah. Tetapi juga menjaga aset sekitar 1.719 orang pedagang yang ada di pasar Renteng. Para pedagang pemegang SHM tersebut pun sudah ditawari untuk ikut masuk berjualan di pasar Renteng.

Karena kalau para pedagang SHM tidak ikut masuk berjualan di pasar Renteng dan malah menjajakan dagangan di tempat yang lama, akan memicu kecemburuan pedagang yang ada di dalam pasar Renteng. “Pemerintah daerah sudah menyiapkan fasilitas pasar yang representatif, supaya  bisa dirasakan manfaatnya bersama. Tapi kalau tetap ada yang berjualan di luar, khawatirnya pedagang yang sudah masuk justru akan keluar untuk berjualan kembali. Jadi bakal kacau kembali,” tandasnya.

Pun demikian, Pemkab Loteng tetap membuka ruang diskusi untuk mencari solusi terbaik. Supaya tidak ada pihak yang merasa dirugikan. “Kita siap membuka ruang diskusi,” ujar Firman seraya menambahkan, Pemkab Loteng siap bertemu kembali dengan perwakilan pedagang pasar Renteng pemegang SHM, Jumat besok (hari ini,red). (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional