Pedagang Pasar Renteng Dipindahkan Usai Lebaran

Pembangunan pasar Renteng kini sudah rampung. Pasar ini rencananya akan ditempati pedagang usai Lebaran Idul Fitri mendatang. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sebanyak 1.719 pedagang pasar Renteng Praya segera akan menempati gedung pasar yang baru. Pemkab Lombok Tengah (Loteng) saat ini masih melakukan beberapa persiapan tambahan, sebelum para pedagang mulai menempati gedung yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp 100 miliar tersebut.

“Kalau tidak ada halangan berarti, para pedagang pasar Renteng akan kita pindahkan ke gedung baru setelah lebaran,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, Lalu Firman Wijaya, Jumat, 9 April 2021. Pemindahan itu juga sesuai keinginan para pedagang.

Iklan

Para pedagang khawatir kalau pemindahan dilakukan sebelum atau  pada saat bulan puasa, akan mengganggu pergerakan ekonomi. Karena pastinya baik pedagang maupun pembeli tentu butuh adaptasi begitu menempati gedung pasar yang baru. “Waktu yang ada bisa kita gunakan untuk persiapan. Jadi begitu pedagang akan pindah, semua persiapan sudah matang,” tegasnya.

Para pedagang nantinya akan dibagi sesuai komoditi yang dijual. Seperti komoditi daging itu sudah disiapkan di lantai bawah. Kemudian untuk komoditi sayur-sayur, daging ayam, telur dan kebutuhan pokok lainnya di satu lokasi. Dengan begitu, masyarakat kalau belanja kebutuhan pokok tidak harus keliling turun naik pasar. Yang konvensi dan komoditi kering lainnya juga demikian.

Sebelum menempati los pasar yang tersedia, nantinya para pedagang di masing-masing komoditi akan diundi. Jadi tidak pedagang memilih sendiri los pasar yang akan ditempati. Pengundian dilakukan supaya tidak ada protes diantara para pedagang. “Semua kita lakukan secara terbuka,” imbuh Firman.

Disinggung kemungkinan penambahan pedagang yang baru, Firman mengaku tetap ada peluang. Karena dari los yang tersedia di gedung baru tersebut ada 1.743 los. Belum lagi dari jumlah 1.719 pedagang yang sudah terdata ada yang memiliki lebih dari satu los di lokasi pasar lama.

Sementara kebijakan di gedung pasar yang baru itu nantinya, satu pedagang hanya boleh menempati satu los saja, tidak boleh lebih. Sehingga memungkinkan bagi masuknya pedagang baru. “Bagaimana teknis untuk penentuan pedagang baru, nanti akan bahas bersama lebih lanjut,” tandasnya.

Untuk tenaga kebersihan nanti juga akan disiapkan tersendiri. Karena bagaimanapun gedung yang begitu besar tentu butuh tenaga banyak untuk merawat dan menjaga kebersihannya. Itu juga salah satu bagian yang dipersiapkan saat ini. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional