Pedagang Ikan Bakar Pantai Gading Kantongi Jutaan Rupiah Sehari

Mataram (suarantb.com) – Selain menawarkan pesona pemandangan pantai yang indah, Pantai Gading yang terletak di Lingkungan Mapak Belatung, Sekarbela Kota Mataram ini  juga dikenal dengan kuliner ikan bakarnya yang khas.

Berjarak sekitar satu kilometer ke arah selatan dari pantai Loang Baloq, pengunjung sudah disuguhkan aroma khas ikan bakar yang ditawarkan pantai Gading.

Iklan

Salah seorang pedagang, Roihanah misalnya, mengaku telah berjualan ikan bakar sejak empat tahun terakhir.

“Sudah empat tahun jualan. Setiap hari selalu ada saja yang berkunjung, apalagi kalau hari besar banyak sekali,” ujarnya kepada suarantb.com, Sabtu, 18 Februari 2017.

Hanya dengan merogoh kocek Rp 15 ribu, pengunjung sudah bisa mendapat 2 ekor ikan tongkol bakar lengkap dengan nasi, terong bakar dan pelecing kangkung.

Rasa pedas dan gurih dari ikan yang dibakar di atas sabut kelapa itu menggambarkan kuliner khas pesisir pantai yang menggugah selera para pengunjung.

Selain ikan bakar tongkol, kakap, kerapu, cumi dan udang, terdapat hidangan lain yang juga ditawarkan seperti pelecing kangkung, terong bakar dan urap yang dibumbui ala bumbu pedas khas Lombok.

Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 8.000 hingga Rp 70.000. Pembeli bisa memilih sendiri ikan dan bumbu yang diinginkan.

Roihanah mengaku, banyak mendapat keuntungan dengan berjualan ikan bakar. Sebelumnya, ia hanya mengandalkan hidup dari pendapatan sang suami sebagai nelayan.

Saat ini, perharinya ia bisa mengantongi Rp 1-3 juta di hari-hari biasa, dan bisa lebih dari Rp 3  juta di hari minggu. Di hari-hari besar seperti tahun baru dan maulid nabi, omzet yang didapat bisa mencapai belasan juta.

Hal senada diutarakan pedagang ikan lainnya, Maslah, yang pernah mendapatkan omzet hingga Rp 13 juta di perayaan tahun baru. Ia mengaku banyak dari masyarakat setempat yang perekonomiannya membaik dengan berjualan ikan bakar.

“Dulu cuma ngandalkan jadi nelayan aja, sekarang ibu-ibu di sini ndak ada yang nganggur lagi. Semua bantu suaminya, apalagi banyak juga yang sudah ndak melaut,” ujarnya.

Diakui Roihanah dan Maslah, perkembangan Pantai Gading selama 4 tahun terakhir, tidak lepas dari peran masyarakat setempat dalam menjaga kebersihan pantai. Pembersihan pantai dilakukan secara gotong-royong. Demikian pula dengan penanaman pohon di area pantai.

“Sekarang, hampir semua masyarakat di sini jualan ikan. Dulu pantai ini ndak terurus, kumuh dan banyak sampah. Sekarang jauh lebih baik, apalagi penghasilan juga tambah meningkat,” pungkas Maslah. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here