Pecinta Jazz Lombok Antusias Sambut “Senggigi Jazz Internasional Festival”

Mataram (Suara NTB) – Musik Jazz diharapkan menjadi identitas seni atraksi yang konsepnya bisa dipadukan dengan promosi pariwisata. “Senggigi Jazz Internasional Festival”, di Lombok disambut antusias para pecinta genre yang diperkenalkan pertama kali di San Fransisco Amerika Serikat Tahun 1913 ini.

Salah satunya datang dari pecinta Musik Jazz Lombok, Imam Sofian, SH, MH. Pemilik Kafe Bandini ini bahkan terlibat aktif atas keinginan menunjukkan dominasi awal jazz sebagai penggagas konsep musik dengan pariwisata. Dengan musik, pariwisata menjadi bagian dari promosi paling efektif. Imam Sofian sepakat yang disampaikan pihak Dinas Pariwisata, bahwa mengembangkan pariwisata harus kolaboratif.

Iklan

“Kita harus berani keluar dari konsep lama yang penikmatnya kita kita saja. Bagaimana sekarang merubah paradigma, bahwa yang kita jual ini kan pariwisata untuk dunia. Maka, untuk mendatangkan orang orang dari penjuru dunia, buat kegiatan yang bisa membuat mereka datang,” sebut Imam Sofian menjawab Suara NTB, Kamis (4/8/2016) petang.

Dalam pemikirannya, musik dan budaya adalah hal yang sangat menunjang dalam persaingan destinasi Wisata. “Kreatifitas musik dan budaya adalah dorongan bagi wisatawan menentukan pilihan destinasi,” sambungnya.

Dengan pagelaran musik Jazz yang rencananya diagendakan tanggal 20 – 21 Juli mendatang, dia dan komunitas pecinta Jazz Lombok dan belahan daerah lainnya menyambut antusias. Kontribusi mereka pun tak bisa dipungkiri, menjadi magnet kehadiran para musisi nasional dan dunia. Sebut saja Yura Yunita, Donita and the Husband, termasuk Indro Hardjodikoro yang sebelumnya pernah tampil di Kafe Bandini.

“Mereka sudah mengkonfirmasi ke kami soal kepastian kehadirannya. Ada juga sejumlah musisi jazz internasional yang sudah siap hadir,” jelasnya.

Para musisi ini tidak hanya akan merasakan sensasi di panggung yang disiapkan di antara gemerlap kawasan Senggigi, mereka juga akan dimanjakan surga wisata Lombok. “Kami sudah agendakan jadwalnya. Di luar agenda manggung, kami ajak keliling pantai – pantai di Lombok,” kata Iman yang ambil bagian menyukseskan pertunjukkan jazz yang diklaim akan paling berkesan dari kegiatan serupa sebelumnya.

  Hasil Mesum di Lahan Pertanian Tembakau, Ibu Dua Anak Ditangkap Polisi Karena Lakukan Aborsi

Pria yang berprofesi sebagai pengacara ini yakin jazz akan menjadi ikon baru yang dikenal luas pegiat wisata dunia. Karena penikmat musik jazz punya komunitas yang kuat di berbagai belahan dunia. Praktis, ketika mereka mengetahui ada pentas di Lombok, diyakininya mereka akan menyiapkan jadwal khusus untuk datang. “Mereka pasti datang,” yakinnya. Dan saat itulah, para pelaku pariwisata menawarkan sisi lain keindahan Lombok dengan berbagai spot wisatanya.

Bahkan untuk semakin menyukseskan acara ini, pihaknya juga menggandeng pengusaha jasa perjalanan wisata dan perhotelan untuk memberikan servis terbaik, sehingga akan terkesan dan selalu ingin kembali.

Harapan Imam, dengan semakin majunya pariwisata, nilai budaya dan musikalitas para seniman semakin mendapatkan apresiasi dari segala sisi. “Baik materi dan tempat di daerah yang kita cintai ini,” pungkasnya. (ars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here