Pecandu Sabu Oplos Tramadol

Ditresnarkoba Polda NTB menggeledah salah satu rumah di Perumahan Graha Lingsar Permai, Lingsar, Lombok Barat yang diduga dijadikan tempat mengoplos obat keras daftar G Tramadol, Selasa, 20 Juli 2021.(Suara NTB/Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Pencarian jaringan narkoba Polda NTB ke Lingsar, Lombok Barat menemukan tempat pengoplosan Tramadol. Dua pria asal Lombok Tengah menyewa rumah. Rumah itu kemudian dipakai untuk mengoplos obat keras. Wadirresnarkoba Polda NTB AKBP Erwin Ardiansyah mengatakan, dua orang pelaku JO (32) dan TM (23) ditangkap di Perumahan Graha Lingsar Permai. “Mereka mengoplos Tramadol ini kemudian menjualnya ke wilayah Gomong Mataram,” ujarnya, Rabu, 21 Juli 2021.

Dua orang ini menerima kiriman obat dari Jakarta seminggu lalu. Di rumah yang ditinggali dengan menyewa ini, ditemukan 10 ribu butir Tramadol dan 20 ribu butir Trihexyphenidyl. Para pelaku juga menyiapkan 3 ribu cangkang kapsul kosong yang dipakai untuk mengoplos obat-obatan keras Daftar G itu. Obat ini dioplos dengan alat cetak untuk tablet. “Satu stripnya yang berisi 10 butir dibeli Rp25 ribu lalu dijual lagi dengan harga Rp30 ribu,” sebut Erwin.

Iklan

Tramadol ini juga dijual eceran. Penjualannya secara grosir per 10 strip dengan harga Rp100 ribu. Erwin menjelaskan, penangkapan dua orang ini awalnya berdasarkan informasi adanya transaksi narkoba. “Kita juga sita barang bukti alat isap narkoba, mereka penyalahguna sabu. Kita dalami juga kasus narkobanya,” ucap Erwin.

Untuk sementara sangkaan pasal yang dikenakan kepada pelaku yakni pasal 112 UU RI No35/2009 tentang narkotika mengenai dugaan kepemilikan sabu. Serta pasal 196 juncto pasal 187 juncto pasal 198 UU RI No36/2009 tentang Kesehatan terkait peredaran Tramadol tersebut. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional