PDP Meninggal Dunia Positif Covid-19

H. W. Musyafirin. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Gugus tugas pencegahan dan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengonfirmasi pasien dalam pemantauan (PDP) yang meninggal dunia, Sabtu, 18 April 2020 dinyatakan positif.

Pasien atas nama SY (64) Warga lingkungan Samoan, kelurahan Kuang, kecamatan Taliwang tersebut sempat dirawat secara intensif di RSMA. Pemkab masih melakukan pelacakab terhadap masyarakat yang kontak dengan pasien untuk menekan penyebarannya.

Iklan

“Ini merupakan kasus pertama positif yang kita tangani sehingga KSB masuk dalam zona merah. Kami juga masih terus melakukan penelusuran meskipun saat ini sudah ada 26 orang yang masuk dalam kategori ODP. Kami berharap kepada masyarakat KSB untuk tidak panik, karena kami akan terus bekerja memutus mata rantai penyebarannya,” ungkap Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin MM, di posko utama Covid-19, Minggu, 19 April 2020.

Dikatakannya, pasien 01 ini sebelumnya sempat memiliki kontak langsung dengan salah satu warga dari klaster Gowa YZ dan saat ini masih di karantina di RSMA Sumbawa.

Pemerintah juga masih kesulitan untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut, karena PDP yang sempat kontak langsung dengan almarhum hasil tes cepat pertama masih negatif dan tanpa gejala. Inilah penyebab pemerintah masih kesulitan untuk mencari mata rantai penyebaran Covid-19. Karena anaknya yang ke Mataram pada tanggal 23-26 Maret dan istrinya tanggal 16-17 April hasil tes cepat masih dalam kondisi normal. Apalagi pasien 01 ini juga sangat pasif orangnya dan tidak pernah keluar daerah, sehingga asumsi awal bisa jadi pasien 01 terpapar virus itu pada saat berada di tempat lain. Bisa jadi di rumah sakit yang memang sudah terpapar virus tersebut.

“Kami masih kesulitan untuk mencari mata rantai penyebaran virus tersebut, karena 26 orang yang kontak dengan almarhum masih negatif termasuk YZ yang saat ini masih di karantina di RSMA menunggu hasil swab. Meski demikian, kami tetap akan berupaya maksimal mencari mata rantai kasus ini supaya penyebarannya bisa kita tekan,” sebutnya.

Dijelaskannya, berdasarkan informasi dari keluarganya pasien ini sebelumnya mengeluhkan sakit demam, batuk dan nyeri ulu hati sejak tanggal 6 April. Pada tanggal 16 April pasien dibawah ke RSUD Asy Syifa untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Pada saat dilakukan tes cepat (rapid tes) ternyata pasien ini reaktif dengan keluhan batuk dan sesak napas.

Setelah pemeriksaan tersebut, pasien langsung dibawa ke RSMA untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan selang beberapa jam pasien meninggal dunia. Sementara 26 orang kontak erat sudah dilakukan tes cepat dan hasilnya non reaktif dan sudah dilakukan penanganan sesuai protap penanganan Covid-19.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan selalu cuci tangan pakai sabun. Kami juga menghimbau agar masyarakat bisa beraktifitas sebagaimana mestinya dan tetap menjaga kesehatan serta mematuhi arahan pemerintah,” pungkasnya. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here