PDP Asal KSB Meninggal Dunia di Sumbawa

H. W. Musyafirin.(Suara NTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) – Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona Virus Disease (Covid-19) asal Sumbawa Barat dan sempat dirawat di Rumah Sakit H. L Manambai Abdulkadir (RSMA) di Sumbawa meninggal dunia, Minggu dini hari 5 April 2020.

Pasien atas nama AI (16) tersebut, sebelumnya sempat dilakukan perawatan secara intensif di RSMA selama dua hari tetapi kondisinya tidak kunjung membaik. Pasien juga langsung dimakamkan sesuai dengan protap penanganan covid-19 sementara untuk saat ini Pemkab KSB masih menunggu keluarnya hasil swab untuk memastikan korban meninggal karena covid-19 atau sakit lain.

Iklan

“Jenazah sudah kita makamkan tadi padi sesuai dengan protap penanganan covid-19 dan lokasi tempat tinggalnya juga sudah kita sterilisasi dari masyarakat. Kami juga masih terus melakukan tracing terhadap orang yang bersentuhan dengan korban dan saat ini sudah ada delapan orang yang kita lakukan karantina. Korban dinyatakan PDP setelah sebelumnya dia bersama keluarganya pulang kampung ke Lombok Timur dan sempat dirawat di RS Selong sebelum pulang ke KSB,” ungkap Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM, kepada wartawan, Minggu (5/4) di posko utama satgas covid-19.

Dijelaskannya, berdasarkan informasi dari keluarganya pasien ini sebelumnya sempat mendapatkan perawatan ini RSUD Selong dengan keluhan lemah, gusi berdarah, ruam-ruam di kulit serta kemerahan di bagian mata tanggal 31 Maret. Setelah dua hari dia dirawat di RS keluarganya meminta untuk dipulangkan karena keterbatasan biaya.

Pada 2 Maret 2020, pasien dibawa pulang ke KSB dengan menggunakan kendaraan umum. Ketika masuk ke KSB, Satgas Pencegahan yang bertugas di Poto Tano langsung melakukan pengecekan terhadap suhu badanya dan pada saat itu berada di angka 38 derajat celsius.

Karena kondisinya dianggap rawan, pasien langsung dibawa ke Puskemas Taliwang untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Pada tanggal 2 April kondisi pasien tidak kunjung membaik dan akhirnya dirujuk ke RSUD Asy Syifa dengan keluhan batuk, demam, gusi berdarah, mimisan, dan sulit buang air besar (BAB) dan sempat ditangani selama beberapa hari.

Setelah mendapatkan perawatan di RSUD tetapi tidak kunjung membaik akhirnya pasien ini kembali dirujuk ke RSMA untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. “Kami masih belum bisa memberikan kesimpulan apakah pasien ini meninggal karena covid-19 atau ada penyakit yang lain. Kami meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi yang tidak baik sebelum hasil swab diberikan oleh pusat,” tukasnya.

Berdasarkan hasil diagnosa dari tim dokter yang menangani pasien ada beberapa penyakit penyerta yang diidapnya. Salah satunya yakni obs pansitopenia ec. Suspect anemia aplastik dd aleukemik leukemia, Obs opasitas paru, pneumonia dd sinfasitosis, pneumonia dd atelektasi dan Sepsis, syok sepsis.

Kendati demikian, pihaknya tetap memunggu hasil swab dan dalam 10 hari kedepan sudah ada hasilnya untuk memastikan penyebab pasien meninggal dunia. Bupati juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mengikuti SOP yang telah di sampaikan oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

Selain itu, bagi warga yang baru datang ke Sumbawa Barat dirinya meminta untuk mengisolasi diri selama 14 hari kedepan agar bisa memberikan rasa aman dan nyaman. Jika ada gejala apapun itu, diharapkan untuk melapor ke petugas untuk menekan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Bupati juga meminta kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap bekerja sesuai dengan mata pencaharian dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan rasa aman dan nyaman demi kondusifnya wilayah.

“Kami minta masyarakat untuk tidak panik dan jangan membuat kesimpulan yang macam-macam terkait meninggalnya PDP kita. Kami juga menghimbau agar mematuhi edaran yang sudah kita terbitkan dalam upaya pencegahan Covid-19 di KSB,” pungkasnya. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here